oleh

KPU Provinsi Diminta Take Over Tahapan Pemilu di Sula

SANANA,MSC-Hasil pemilihan umum legislatif di kabupaten Kepulaua Sula dinilai tak lagi falid karena adanya kecurangan di kalangan penyelenggara secara sistematis, terstruktur dan massif.

Oleh karena itu, KPU Provinsi diminta segera menonaktifkan komisooner KPU Sula dan mengambilalih (take over) seluruh tapahan pemilu di kabupaten Kepulauan Sula.

Bustamin Sanaba, Saksi Partai Demokrat mempertanyakan, keakuratan data yang disampaikan oleh PPK Kecamatan Sulabesi Barat, sebab pada form C1 yang dimiliki partai, jumlah suara Abubakar Gailae tercatat 92 suara, namun yang tertulis pada rekapitulasi kecamatan hanya 91 suara.

“Kecurangan yang berlangsung di Sula ini sistematis, terstruktur dan massif. Oleh sebab itu kami meminta KPU dan Bawaslu Provinsi untuk mengambil alih seluruh tahapan pemilu di Kabupaten kepulauan Sula. Sekarang suudah jatuh korban, jangan sampai jatuh korban yang lebih banyak lagi”, imbuh mantan Ketua KPUD Kabupaten Kepulauan Sula.

Sebelumnya, rapat Pleno KPUD Kabupaten Kepulauan Sula yang baru berlangsung dua hari telah menelan korban satu orang meninggal dunia. Korban adalah Abubakar Gailae, Saksi yang juga Calon Anggota Legislatif DPRD Kabupaten dari Partai Demokrat. Abubakar menghembuskan nafas terakhirnya di RSUD Sanana, setalah sebelumnya pingsan di Ruang Sidang.

Di tengah situasi rapat pleno yang tegang dan chaos itu, Ketua KPU tiba-tiba mengetok palu dan mengesahkan hasil perolehan suara DPRD Provinsi.

Forum semakin tidak bisa dikendalikan, namun KPU Kepsul tetap melanjutkan sidang dengan membaca rekapitulasi Kabupaten sampai selesai, tanpa memberikan kesempatan kepada Bawaslu kapupaten dan saksi untuk menyampaikan tanggapan. (red)

Bagikan

Komentar

News Feed