oleh

Akses Lokasi Terdampak Masih Jadi Kendala

TERNATE,MSC- Upaya penanganan pascagempa bumi berkekuatan magnitudo (M) 7,2 di Halmahera Selatan terus dilakukan lewat koordinasi pemerintahan pusat dan daerah. Hanya saja akses untuk sampai ke lokasi terdampak, masih sulit dan hanya bisa diakses dengan jalur laut.

Hal tersebut juga dirasakan Palang Merah Indonesia (PMI) Maluku Utara, saat melakukan asesmen di lokasi terdampak bencana gempa budi terutama di beberapa kecamatan di Gane.

PMI telah menerjunkan sejumlah personil relawannya untuk  membantu proses evakuasi dan distribusi bantuan paska terjadinya bencana gempa bumi yang  melanda wilayah Kabupaten Halmahera Selatan, Provinsi Maluku Utara pada minggu, 14 Juli 2019, Pukul 16.10 WIB

Sejumlah personil PMI sudah berada di lokasi untuk terus melakukan Assesment dan berkoordinasi dengan BPBD untuk mendistribusikan bantuan kedaruratan serta membantu Dinas Kesehatan melakukan pelayanan Kesehatan.

Menggunakan Rakit Salah satu cara mengakses ke lokasi terdampak (Foto : PMI Malut)

“Faktor yang cukup menyulitkan untuk menjangkau lokasi terdampak adalah terkendala untuk mengakses lokasi terdampak lantaran ketiadaan jalan darat semua akses melewati laut”, kata Anarti Fatmawati, Koordinator Posko Tanggap Darurat Bencana PMI Provinsi Maluku Utara, Jumat (19/7/2019) di markas PMI Malut saat menerima bantuan Bawaslu Provinsi Malut.

Akses jalan ke lokasi terdampak hanya melalui laut dikarenakan akses jalan darat masih belum terbangun. Selain itu masih sulitnya jaringan sinyal komunikasi dilokasi yang sangat menyulitkan untuk koordinasi dan komunikasi.

“Tidak semua akses bisa dicapai dengan kendaraan roda 4, ada yang menggunakan kendaraan roda dua dan lebih banyak dijangkau dengan transportasi laut. Kalau kondisi alam ekstrim terpaksa kegiatan dipending”, katanya.

PMI Malut sendiri lanjut Anarti, menempatkan pos di desa Matuting, kecamatan Gane Timur Tengah agar dapat mengakses ke beberapa lokasi terdampak yang saat ini sebagian besar belum terakses bantuan.

Menurutnya, kegiatan yang dilakukan PMI di lapangan meliputi,  Assement, Distribusi Non food item dan Distribusi Food Item, Layanan kesehatan, Layanan Dukungan Psiko Sosial Program (PSP) serta Layanan RFL (Restoring Family Link)

Untuk distribusi bantuan yang udah dilakukan kata Anarti, untuk Distribusi Non Food Item seperti, Terpal, Selimut, Kelambu serta Hygiene Kitt (isinya : sabun mandi 80 gr 5 pcs, sabun cuci pakaian 900 gr 1pcs, shampo 180 ML, pasta gigi 75 gr 3 pcs, sikat gigi dng tutup 5 pcs, handuk mandi 2 pcs, pembalut wanita 20 pcs, sabun krim cuci piring 340 gr 1 pcs, spon cuci piring 2pcs).

“Untuk distribusi Food Item berupa beras, gula, supermi, minyak goreng, air kemasan, kopi, teh, makanan bayi, Biskuit. Termasuk pelayanan kesehatan”, kata Anarti

Saat ini jumlah personil personil yangg telah berada di lokasi dari gempa sampai dengan saat ini, 3 dari PMI Provinsi Malut, 3 dari PMI Halsel, 2 dari PMI Kota Ternate, 5 dari PMI Halmahera Barat serta 2 dari PMI Halmahera Tengah. (red)

Bagikan

Komentar

News Feed