oleh

Nasib UKM di Tengah Isu Pilkada Haltim 2020

Oleh :Suratman Kayano

(Mahasiswa Pasca Unhas & Ketua Cabang PMII Metro Makassar Periode 2017-2018)

Pembangunan ekonomi pada hakekatnya bertujuan untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakat, dalam rangka meningkatkan kesejahteraan masyarakat maka diperlukan pertumbuhan ekonomi yang meningkat dan distribusi pendapatan yang lebih merata.

Pertumbuhan ekonomi merupakan proses kenaikan output per kapita dalam jangka panjang. Secara makro pertumbuhan dan peningkatan produksi Demostik Regional Bruto(PDRB) dari tahun ke tahun merupakan indikator dari keberhasilan pembangunan daerah yang dapat dikategorikan dalam sembilan sector.

Dibalik iklim pulau halmahera Timur yang panas,kering dan gersang, justru menyimpan deposit tambang yang sangat banyak dan berkualitas tinggi, sebut saja emas,batu bara, biji besi,nikel. Sebagai daerah yang memiliki potensi Sumber Daya Alam yang melimpah sepatuhnya mampu memberikan dampak positif pada peningkatan kesejahteraan bagi Masyrakat.

Menurut Badan Pusat Statistik Provinsi Maluku Utara Jumlah penduduk miskin di Maluku Utara pada Maret 2018 sebesar 81,46 ribu orang atau 6,64 persen, Secara persentase penduduk miskin di daerah perkotaan pada Maret 2018 sebesar 3,80 persen atau meningkat 0,10 poin dibandingkan keadaan September 2017 yang sebesar 3,70 persen. Sedangkan persentase penduduk miskin di daerah perdesaan pada Maret 2018 meningkat 0,23 poin menjadi 7,78 persen dibandingkan keadaan pada September 2017 yang sebesar 7,55 persen.

Garis Kemiskinan pada Maret 2018 adalah sebesar Rp.412.266, atau naik sekitar 14 rupiah atau 3,76 persen dibandingkan keadaan September 2017 yang hanya sebesar Rp.397.340, Pada periode September 2017 – Maret 2018, Indeks kedalaman kemiskinan  mengalami sedikit peningkatan dari 0,814 pada September 2017 menjadi 0,892 pada Maret 2018. Sementara itu Indeks keparahan kemiskinan juga meningkat dari 0,149 pada September 2017 menjadi 0,192 pada Maret 2018. Halmahera Timur adalah yang paling tertinggi dari semua Kabupaten Kota di Malut, yakni 15,02 persen. Melihat dari presentasi yang disampaikan oleh BPS Maluku Utara diatas pemerintah perlu memikirkan Langka-langka stategis untuk keluar dari problem yang sangat mengkhawatirkan ini.

Menurut pengamatan Penulis, pembangunan di Halmahera Timur  mesti dilakukan secara manusiawi untuk semua kalangan, bukan hanya kelompok masyrakat yang beruntung tetapi juga bagi mereka yang kurang beruntung secara ekonomi. Untuk menciptakan Masyrakat yang harmonis dan saling bekerjasama maka pemerintah daerah mesti memberikan peluang bagi masyarakat Halmahera Timur untuk menjalankam usaha guna meningkatkan taraf hidupnya. Salah satu upaya yang bisa dilakukan adalah dengan memberikan perhatian pada usaha kecil dan menengah (UKM) yang selama ini luput dari perhatian Pemerintah daerah.

Secara nyata peran usaha masyarakat dalam membangkitkan ekonomi lokal masyrakat cukup signifikan hal ini dapat dilihat melalui peningkatan produksi Demostik Regional Bruto(PDRB). Ukuran ini dilatarbelakangi jumlah tenaga kerja yang terserap pada skala usaha kecil dan menengah jauh lebih besar dibanding industri-industri besar. Karena itu tidak dapat dipungkiri peran UKM ini cukup besar memberi peluang kerja bagi Masyrakat Halmahera Timur.

Meningkatkannya pertumbuhan tersebut teryata di imbagi dengan peningkatan kualitas UKM yang memadai khususnya Usaha mikro. Peningkatan tersebut  ditimbulkan dari tingginya angka produktifitas yang berdampak pada munculnya kesenjangan ekonomi ditegah Masyrakat. Demikian pula dengan perkembangan produktifitas tenaga kerja belum menunjukkan perkembangan yang berarti. Keadaan ini secara langsung berkaitan dengan Peningkatan kualitas SDM khususnya dalam Menejemen organisasi, teknologi, dan pemasaran serta lemahnya rata-rata kompetensi kewirausahaan serta peningkatan kapasitas usaha masyarakat untuk mengakses permodalan, informasi teknologi, Menejemen pengelolaan,  dan pasar, serta fokus produksi lainnya.

Kemajuan usaha tersebut kalau kita pahami secara arif dan berikan peluang untuk berkembang dengan baik pada gilirannya kelak akan sangat mendukung mengatasi ketimpangan antar pelaku, antar golongan pendapatan dan antara daerah, termasuk penanggulangan kemiskinan yang semakin tinggi di Halmahera Timur.

Tak bisa di pungkiri lagi bahwa usaha masyarakat menempati posisi strategis sebagai upaya untuk mempercepat perubahan kondisi ekonomi dalam rangka meningkatkan taraf hidup Rakyat  banyak melalui perannya  dengan memperluas penyediaan lapangan kerja, menjadi sember pertumbuhan ekonomi yang berkelanjutan dan memeratakan peningkatan pendapatan. Bersamaan dengan itu akan terjadi pula peningkatan dasa saing dan daya tahan ekonomi Masyarakat.

Bagikan

Komentar

News Feed