oleh

PT EFI Bangun Kesepakatan Bersama Empat Suku Kao Utara

TOBELO,MSC-PT. Emerald Ferrochromium Industri (PT. EFI) yang melakukan investasi pasir besi membangun kesepakatan dengan empat suku di kecamatan Kao Utara, terkait dengan rekrutmen tenaga kerja lokal.  

Suku adat Boeng, Pagu, Kao dan Madole menyampaikan sejumlah tuntutan lainnya dalam lanjutan pertemuan di wilayah Kao pada Selasa (05/11/2019) dengan PT. EFI untuk di akomodir pihak perusahan.

Pertemuan tersebut di pusatkan di rumah makan Ta’Suka desa Kusu kecamatan Kao Utara dan di hadiri oleh Bupati Halmahera Utara,  Frans Manery,  HDR PT.  Muchnis B Assagaf beserta staf PT EFI Tobelo, guna menindak lanjuti pertemuan sebelumnya pada 15 Mei 2019 lalu antara PT. EFI dengan empat suku masyarakat adat.

Muchsin selaku HRD pusat PT. EFI telah berkeinginan untuk membangun mitra sebagai bentuk kerja sama dengan semua pihak di daerah lebih khususnya pada masyarakat adat dan Pemda setempat.

“Investasi yang di bangun di daerah ini adalah jangka panjang sehingga kami berharap mendapat dukungan dari  semua pihak  terutama masyarakat adat dan juga pemerintah daerah.  Untuk itu apa yang disampaikan oleh masyarakat adat ini akan menjadi perhatian serius pihak perusahan dan kami akan membahas ini dengan dewan direksi,”janji Muchsin.

Dia memaparkan, jika normalisasi operasional nanti akan ada penyerapan tenaga kerja lokal nantinya mencapai angka 7.000 orang. Namun saat ini pihak perusahaan baru membangun infrastruktur bangunan sebagai infentaris dan kantor karyawan, sehingga masyarakat diminta bersabar.

“Kemanusian berbagai permasalahan terkait dengan rekrutmen tenaga kerja,  CSR,  dan tanggung jawab perusahan sudah tentunya menjadi tanggung jawab perusahan dan akan di atur sesuai dengan regulasi undang-undang yang ada.  Dimana perusahan mengacu pada peraturan perundang-undangan yang berlaku,  namun tidak mengesampingkan masyarakat adat di sini,”tegasnya.

Sementara itu, sangaji suku Boeng, Josua Koyoba,  mengingatkan kepada pihak perusahan agar lebih memperhatikan anak anak di daerah ini,  terutama anak-anak warga suku Boeng, yang sudah measukan lamaran ke pihak perusahan namun sampai saat ini tidak ada informasi selanjutnya.

“Saya berharap agar rekrutmen tenaga kerja tidak lagi melibatkan pemerintah Desa Gulo (Kades Gulo) karena kebanyakan laopran yang kami terima bahwa ada intervensi kepala desa sehingga banyak dokumen lamaran dari desa Boeng tidak tahu entah kemana,”ungkap Joshua.

Sedangkan Bupati Halut. Frans Manery menuturkan, kehadiran PT EFI akan mengurangi angka pengangguran di Halut bahkan dapat menopang kesejahteraan masyarakat serta dapat mendongkrak roda perputaran ekonomi di wilayah seputaran pertambangan dan Halut Umumnya.

“PT. EFI  ini tidak merekrut sumberdaya alam di kecamatan Kao Utara,  karena mereka hanya menyediakan pabrik pengolahan pasir besi yang materialnya di datangkan dari Morotai,  Loloda dan Halmahera Tengah. Menepis apa yang menjadi kecurigaan komponen masyarakat bahwa  PT. EFI,  adalah perusahan berselubung karena di Desa Gulo dan sekitarnya terdapat  sumber daya alam emas, “kata Bupati

Kesempatan lain yang diminta warga adat dengan PT. EFI di antaranya, Selama beroperasi,  biaya operasional/jaminan kesejahteraan Dewan Adat Suku Boeng, Pagu, Kao dan Modole didanai oleh PT. EFI. serta Jaminan kesehatan BPJS dibiayai oleh PT. EFI.

Selain itu,  PT. EFI perlu mengakomodir petugas keamanan adat (baru baru)  suku boeng,  pagu, kao dan modole sebagai tenaga keamanan perusahaan  dan melibatkan Yayasan “Higaro Ma Oa” (Digagas oleh suku Boeng) dalam menjalankan program kerja/CSR PT. EFI. 

Masing-masing suku dapat mendirikan yayasan sendiri  serta dapat merealisasikan dana untuk program lintas suku. Tak hanya itu, persyaratannya juga mendesak agar  PT. EFI harus menempatkan perwakilan masyarakat adat suku Boeng. Pagu,  Kao dan Modole yang direkomendasikan oleh dewan adat. (AL)

Bagikan

Komentar

News Feed