oleh

Suratman : Sistim CAT Hindari Panwascam Titipan

TERNATE,MSC-Ketua Badan Pengawas Pemilihan Umum (Bawaslu) Kabupaten Halmahera Timur (Haltim) Suratman Kadir menegaskan, sistim atau metode seleksi dalam rekrutmen calon anggota Panitia Pengawas Pemilu Kecamatan (Panwascam) dibuat untuk menghindari calon titipan.

Dia mengatakan, motode CAT atau Socrates ini bertujuan menghindari segala macam kepentingan dan titip menitip sehingga panwascam yang terpilih benar bebas dari pengaruh-pengaruh kepentingan politik.

“Saya selaku penanggung jawab memastikan kalau ada titipan dan dilaporkan disertai bukti bukti maka yang bersangkutan tidak akan kami loloskan,” kata Suratman Kadir dalam keterangan pers kepada malutsatu.com.

Oleh karena itu, Suratman berharap seluruh komponen masyarakat dapat mengawal dan mengawasi proses rekrutmen Panwascam yang nantinya dilakukan Bawaslu Haltim.  

“Kepada teman teman OKP, media serta seluruh stakeholder dapat mengawal dan mengawasi proses perekrutan ini sehingga Panwascam yang terpilih benar benar independen dan berintegritas,” pintahnya.

Sementara mekanisme dan persyaratan lainnya lanjut Suratman, proses perekrutan Panwascam diutamakan pada peserta yang berdomisili sesuai alamat KTP dan diisyaratkan ber e-KTP pada wilayah Kabupaten setempat, namun akan tetap prioritaskan sesuai alamat domisili di kecamatan tersebut.

Jika nanti pada saat pendaftaran di kecamatan tertentu kekurangan peserta atau tidak memenuhi kuota dua kali kebutuhan, baru akan diterima pendaftar dari kecamatan lain tetapi masih dalam wilayah Haltim.

Menurutnya, domisili berdasarkan KTP karena mereka lebih tau tentang kultur dan kearifan masyarakat setempat. Sehingga dibutuhkan Panwascam asal daerahnya masing-masing.

“Kecuali kecamatan yang kurang pendaftarnya atau tidak memenuhi kuota Dua kali kebutuhan, maka dimasa perpanjangan kita memberikan kesempatan pada pendaftar di kecamatan yang lain untuk mengisi kuota tersebut,” katanya.

Lanjt ketua Bawaslu Haltim, mekanisme perekrutan panwascam kali ini berbeda dengan pemilihan sebelumnya, dimana akan dilaksanakan secara online dan tes wawancara jadi secara otomatis peserta yang lolos administrasi akan mengikuti tes Online dan wawancara.

Sebab katanya, belum tentu peserta yang nilai tulisnya bagus pemahaman kepemiluannya bagus sehingga dibutuhkan wawancara untuk mengkonfirmas nilai yang dia dapat pada saat tes tertulis.

“Kalau saat wawancara yang bersangkutan bagus maka tidak menutup kemungkinan dia terpilih sebagai panwascam, metode ini kita lakukan dengan tujuan mendapatkan panwascam yang berkwalitas,” tegas Suratman Kadir.

Dia mengatakan, Panwascam adalah tulang punggung Bawaslu. Lanjutnya, ada tiga kualifikasi untuk mendapatkan Panwascam yang berkualitas, yang pertama memiliki pemahaman yang kuat tentang kepemiluan, kedua punya pengalaman dan yang ketiga berintegritas. (red)

Bagikan

Komentar

News Feed