oleh

KONSEP DAN PERADABAN MASA DEPAN HALMAHERA TIMUR (Dilema, Inovasi dan Drama Politik 2020-2025 ) ANTARA PELUANG DAN TANTANGAN

Oleh : Rusmin Hasan

Aktivis : HMI Cab. Tondano Mahasiswa : UNIMA

Saat ini dunia telah memasuki era revolusi industry 4.0, revolusi tersebut memberikan tantangan dan peluangan bagi perkembangan perekonomian kedepan. Disatu sisi, digitalisasi, otomatisasi dan penggunaan kecerdasan buatan dalam aktivitas ekonomi akan meningkat produktifitas dan efesiensi dalam produk modern, serta memberikan kemudahan dan kenyaman bagi konsumsi. Digital teknologi juga, membantu proses pembangunan diberbagai bidang diantaranya; pendidikan melalui distance learing, pemerintah melalui e-govermence, inklusif keuangan melalui fin-tech dan pengembangan UMKM seiring berkembangnya e-commerce. Namun, disisi lain perkembangan revolusi industry 4.0 berpotensi menyebabkan hilangnya pekerjaan dunia.

Kajian studi dari Mckinsey memperkirakan 60 persen jabatan pekerjaan didunia akan tergantikan oleh otomatisasi. Diindonesia diperkirakan 51,8 persen potensi pekerjaan yang akan hilang. Disamping itu, tumbuhnya sebagai aktivitas bisnis dan jual beli berbasis online belum dibarengi dengan upaya optimalisasi penerimaan negara serta pengawasan kepatuhan pajak atas transaksi-transaksi tersebut. Hal ini penting, mengingat transaksi digital bersifat lintas negara.

Begitu pula dengan kondisi pembangunan dan proyeksi masa depan Halmahera Timur rencana pembangunan jangka menengah nasional 2020-2024 sudah seyogyinya bersinergitas dengan proyeksi pembangunan nasional Indonesia dalam tantangan dan peluangan perkembangan revolusi industry 4.0 dekade ini, untuk optimalisasi proyeksi peradaban masa depan Kabupaten Halmahera Timur 2020-2025 yang memiliki kondisi Sumber Daya Manusia Unggul, Layanan Publik transparan, Pengauatan Ekonomi Berbasis Budaya Lokal, Infrastruktur yang merata serta kesejahteraan Rakyat yang lebih baik sesuai dengan arah Rancangan Pembangunan Nasional 2020-2024 adalah upaya mewujudkan masyarakat Halmahera Timur yang mandiri, maju, adil dan makmur melalui percepatan pembangunan diberbagai bidang dengan menekankan terbangunnya structural perekonomian yang kokoh berlandaskan keunggulan kompetisi berbagai wilayah yang didukung oleh Sumber Daya Manusia yang berkualitas dan berdaya sains.

Solusi Agenda Pembangunan Dan Proyeksi Peradaban

Halmahera Timur Antara Peluangan & Tantangan Tahun 2020-2025

Aspek Geografis dan Demografi Halmahera Timur

Aspek geografis dan demografis merupakan sala satu potensi pemanfaatan ruang dan sumber daya alam baik permukaan laut dan daratan terkandung didalamnya untuk mengapai tujuan kesejahteraan masyarakat dan demi menggapai pembangunan daera yang berkelanjutan. Aspek geografis dan demografi saat ini, baik tantangan, kelemahan, kekuatan, potensi dan peluangan dapat dimanfaatkan dalam menggapai pembangunan Halmahera Timur (HALTIM) yang berkelanjutan.

Pembentukan Kab. Halmahera Timur ditetapkan berdasarkan Undangan-undangan no 06 Tahun 1990 bertepatan dengan tanggal 15 Agustus 1990 ( Lembaran Negara Tahun 1990 no 51 ) Tentang pembentukan daerah tingkat II Halmahera Timur dan tepat pada tanggal 31 Oktober 1990 Halmahera Timur diresmikan sebagai kabupaten daerah tingkat Daerah II Haltim Oleh mentri dalam Negeri Rudini, meliputi enam kecamatan yaitu Tidore,obah,weda,patani, gebe dan wasile. Setelah pemekaran Provinsi Maluku Utara, maka pada tanggal 25 februari 2003 dikeluarkan Uu no 01 Tahun 2003 Tentang Pembentukan Kabupaten Halmahera Utara, kepulauan sula, Kab. Halmahera Timur dan Kota Tidore kepulauan Provinsi Maluku Utara. Dengan dasar Uu Tersebut, Kab. Haltim dimekarkan menjadi dua Kabupaten dan Satu Kota, Yaitu Kabupaten Halmahera Timur dan kota Tidore Kepulauan.

Kondisi Geografi Halmahera Timur

Kabupaten Halmahera Timur yang beribu kota dikota maba ini berkarakter sebagai kabupaten kepulauan yang memiliki garis pantai yang panjangan. Saat ini, selain kawasan utama dipulau Halmahera bagian timur, Kab, Halmahera juga memiliki 41 pulau besar dan kecil, dengan total luas wilayah sebesar 14,202,02 km2, sebagian besar wilayah kab. Halmahera Timur adalah lautan, yaitu mencapai 7,659,82 km2 ( 54% dari total wilayah ) dan luas daratan adalah 6,506,20 km2 ( 46% dari total wilayahnya ). Kabupaten Halmahera Timur masih tercacat sebagai Kabupaten yang memiliki luas daratan terluas kedua diprovinsi Maluku Utara. Luas daratan ini, mencapai 20,53% dari total luas daratan provinsi Maluku Utara yang terbagi kedalam 10 Kabupaten Kota.

Kondisi Demografi Halmahera Timur

Berdasarkan data terakhir dari dinas kependudukan dan catatan cipil, jumlah penduduk Kab. Halmahera Timur per 29 Agustus 2016 adalah 94,729 jiwa yang terdiri dari 49,289 Laki-laki dan 45,440 perempuan dengan kecepatan pertumbuhan mencapai 2,1%. Pertumbuhan jumlah penduduk dikab. Haltim cenderung fluktuatif meningkat 8,75% pada tahun 2014 kemudian menurun tajam pada tahun 2005 sebesar 11,66%. Perpindahan jumlah penduduk yang cukup tinggi ini, sala satunya juga disebabkan penutupan beberapa tambahan

Tantangan Kabupaten Halmahera Timur

( Dilema, Inovasi dan Drama Politik 2020-2025 )

Melihat data objektif Rancangan pembangunan jangka menengah Daerah Kab. Halmahera Timur 2016-2021 dari aspek bidang pendidikan; sehubungan dengan ini, pemerintah kabupaten Halmahera Timur sejak beberapa tahun decade terakhir telah mencanangkan pendidikan gratis untuk mendorong animo masyarakat untuk bersekolah. Pada tahun 2016 pemerintah kabupaten telah menggelontorkan dana sebesar RP.8 miliyar untuk 213 sekolah. Sarana pendidikan sekolah dasar dikabupaten Halmahera Timur relative suda tersebar merata pada tiap ibu kota kecamatan fersi pemerintah daerah, akan tetapi ironisnya decade ini, kita melihat potret pendidikan Kab. Haltim cenderung tertingal baik dari aspek pemerataan pendidikan, sarana prasana serta kualiatas Guru dan mutuh pendidikan yang belum sesuai apa yang kita harapkan bersama. Hal ini, kemudian menjadi sala satu indokator kelemahan pemerinatah Ir. Muhdin dari aspek pendidikan gratis yang dicanangkan. Menurut hemat saya dan alisis data secara objektif dilapangan.

​Dari aspek kesehatan, menjadi hal yang sangat grusial untuk menjadi focus kesejahteraan masyarakat yang terkait dengan isu kesehatan, aspek pertama dan utama yang perluh dilihat adalah angka kelangsungan hidup bayi (AKHB), yaitu angkat yang menunjukkan probalitas bayi hidup sampai usia I tahun. AKBH ini, sangat dipengaruhi oleh angka kematian bayi, yaitu kematian yang terjadi antara saat setelah bayi lahir sampai bayi belum berusia tepat I tahun. Angkat kematian bayi merupakan indicator yang untuk mencerminkan keadaan derajat kesehatan disuatu masyarakat, karena bayi baru lahir sangat sensitive terhadap keadaan lingkuangan tempat orang tua sibayi tinggal ( Faktor Eksternal ) dan sangat erat kaitannya dengan status sosial orang tua si bayi (faktor Internal). Aspek kesehatan juga sebagai lokus untuk menunjangan optimalisasi pengembangan potensi kualiatas hidup dan petopang Kualitas Sumber Daya Manusia dikabupaten Halmahera Timur yang telah dibiyayi oleh pemerintah dengan sala satu program kesehatan gratis. Akan tetapi ironis implementasinya dilapangan masih jauh dari harapan masyarakat Kab, Haltim diantaranya masih minimnya fasilitas kesehatan sehingga terdapat akses kesehatan masyakat yang masih saja harus keluar daerah misalnya; harus berobat kekota ternate serta diluar provinsi Maluku Utara, hal ini juga, menjadi keharusan pemerintah daerah untuk evaluasi secara komprehensif.

Dari aspek infrastruktur pembangunan juga menjadi perhatian penting sebab hal itu, sudah menjadi visi dan misi bupati dan wakil bupati Kab. Halmahera Timur. Melihat kondisi objektif pembangunan dipelesok desa masih belum disentuh secara merata oleh pemerintah daerah misalnya akses jalan maba utara yang belum tembus kedesa jara-jara kekota pusat kota maba serta masih ada keresahan masyarakat maba selatan Kab. Haltim, jalan lintas kota maba kegotowasi yang masih terdapat kekuarangan dari dinas PUPR terhadap mengptimalkan akses jalan yang baik untuk menopang akses perputaran ekonomi masyarakat Halmahera Timur secara baik untuk mewujudkan visi Pemerintah Daerah Kab. Halmahera Timur. Padahal kalua kita lihat dari aspek industry ada beberapa perusahan yang beroperasi didaratan kepulau Haltim serta meyuplai APBD daerah. Akan tetapi kita melihat masih jauh dari harapan masyarakat Haltim mulai dari bicoli sampai sondo-sondoh. Hal ini, tentuh menjadi evaluasi kita bersama untuk mencari solusi dan proyeksi Masa depan Kab, Halmahera Timur kedepan.

Bukan hanya hal itu juga yang melantarbelangi kelemahan pemerintah daerah, akan tetapi yang lebih ironisnya adalah ada permainan pusat. Intervensi pemerintah pusat terhadap perkembangan Kab. Halmahera Timur melalui kekuasaan secara politis. Misalnya dalam arah kebijakan dalam RPJMN tahun 2020-2025, terdapat indikasi membawa Halmahera Timur jatu kejurang kesenjangan sosial yang makin dalam. Dalam penetapan KI teluk Weda sebagai wilayah pengembangan strategis diMaluku Utara secara otomatis merubah kebijakan pemerintah Nasional sebelumnya yang menetapkan kawasan industry tersebut di Kabupaten Halmahera Timur dalam hal ini, KI Buli. Penetapan kawasan industry pada suatu wilayah tertentuh secara esensial dapat merangsang dan memberikan peluangan pertumbuhan sosial maupun ekonomi bagi wilayah daerah tersendiri. Mengacu pada uraian diatas, secara politis dapat dikatakan bahwa kebijakan tersebut disebabkan oleh, lemahnya  komunikasi pemerintah daerah Kab. Halmahera Timur dalam melakukan diplomasi komunikasi ditingkat Nasional. Lemahnya komunikasi tersebut berimplikasi pada, investasi yang beroperasi dikab. Haltim saat ini dan seterusnya akan menjadi kekuasaan secara politis absolut untuk dominasi perebuatan pasar global pemerintah nasional dan berdampak terhadap sejahteraan rakyat Kab. Halmahera Timur Tak kunjung dapat hanya sekedar amatiran absurditas secara politis. Hal ini, menjadi cacatan terpenting ditahun 2020 dekade ini, untuk elit politik kita kembali berkontemplasi serta menyosong pesta demokrasi pilkada tahun ini juga. Harapan saya lidership yang akan terpilih nanti memiliki tanggung jawab penuh serta stekholder serta generasi muda Kab. Halmahera Timur kedepan. Harapan saya selaku penulis juga dalam narasi sederhana ini kiranya ada inovasi dan kreatifitas generasi muda dalam menghadapi tantangan Kab. Haltim decade ini, sebab kita menghadapi era digitalisasi revolusi industry 4.0 serta kita akan menyosong Era Indonesia Emas atau bonus demografis Kab. Haltim kedepan. Maka stekholder dan semua elemen civil society memiliki tanggung jawab untuk membangun peradaban baru Daerah Kab. Halmahera Timur kedepan.

Tantangan Perekonomian Haltim 2020-2025

Ketidak Pastian Global

Kedepan resiko ketidak pastian masih akan mewarnai perkembangan perekonomian dunia diperkirakan akan cenderung stagnan dan tren melambat. Masing-masing diproyeksikan sebesar 3,6 dan 3,8 persen per Tahun, sepanjangan tahun 2020-2025. Harga komoditi Internasional ekspor utama Indonesia diperkirahkan juga cenderung menurun diantaranya ; Batu bara, dan minyak kelapa, sawit, seiring dengan beralihnya permintaan dunia keproduk yang lain. Adapun resiko ketidak pastian lainnya yang perluh diantisipasi antara lain perang dagang, perlambatan ekonomi cina, dan tekanan normalisasi kebijakan moneter yang beralih dari AS Kekawasan eropa. Selepas krisi ekonomi 1998, rata-rata pertumbuhan ekonomi Indonesia hanya kisaran 5,3 persen per-Tahun. Bahkan dalam empat tahun terakhir ini. Pertumbuhan ekonomi tersebut, sulit bagi indoensia untuk dapat naik kelas menjadi negara berpendapatan tinggi atau mengejar ketertingalan pendapatan perkapita negara peers.

Begitu pula dengan kondisi perekonomian Kab. Halmahera Timur pun, tak menentuh dalam decade terakhir ini, dikarenakan ada dinamika pertaruan pasar Global dalam politik oligarki dan kaum capital (pemodal) menyelang pesta demokrasi pilkada 2020 hal ini, menjadi ajang pertaruang secara atmosfer politik lokal. Misalnya bisa kita lihat secara gamplang dipesisir belakang pulau Haltim telah dikelilingi oleh perusahan seperti Pt. Antam, Adita, Haltim Mining,MHI Dll. Maka hal ini, tak sesuai dengan arah pembangunan yang berbasis budaya local. Maka sudah seyogyinya pemerintah daerah harus melestarikan potensi local kita misalnya; Pertanian, perikanan, perawisata serta peternakan serta membangun sub system kebudayaan sebagai banteng revolusi peradaban Halmahera Timur kedepan.

Menyonsong Pilkada 2020 akan terjadi penerunan ekonomi daerah dikarenakan Pemerintah Daera lewat ABPD telah ada pembagian untuk menyukseskan hajatan pesta demokrasi tersebut dalam perspektif ekonomi politik hal tersebut menjadi sala satu indicator sirkulasi permainan capital serta politik oligarki untuk perebuatan pasar Global dan memperlancar misi neoliberalisme modern. Akan tetapi tak kala pentingnya adalah hajatan pesta demokrasi adalah tanggung jawab kita semua untuk memberikan edukasi politik yang cerdas dalam melawan isu hoax, politik traksaksional dan instrik politik Identitas yang berplikasi terhadap politik adu dompa sehingga rakyat Halmahera Timur terhindar dari konflik horizontal. Sebab esensi politik adalah seni untuk memainkan gagasan dalam upaya pendistrbusian kesejahteraan rakyat.

Peluang Dan konsep Strategis Peradaban Halmahera Timur 2020- 2025​

(Menujuh Mayarakat Mandiri, Maju, Adil, Makmur Dan Berperadaban )

 Proyeksi peradaban masa depan Kabupaten Halmahera Timur 2020-2025 yang memiliki kondisi Sumber Daya Manusia Unggul, Layanan Publik transparan, Pengauatan Ekonomi Berbasis Budaya Lokal, Infrastruktur yang merata serta kesejahteraan Rakyat yang lebih baik sesuai dengan arah Rancangan Pembangunan Nasional 2020-2024 adalah upaya mewujudkan masyarakat Halmahera Timur yang mandiri, maju, adil makmur dan berperadaban melalui percepatan pembangunan diberbagai bidang dengan menekankan terbangunnya structural perekonomian yang kokoh berlandaskan keunggulan kompetisi berbagai wilayah yang didukung oleh Sumber Daya Manusia yang berkualitas dan berdaya sains. Maka ada delapan agenda pembangunan RPJMN Tahun 2020-2025 yang harus diketahui oleh khalayak masyarakat Kab. Halmahera Timur baik dari bicoli sampai sondo-sondo, yang saya narasikan dalam sepengkal cacatan kontemplasi akademik secara ilmiah dan data Riset tranformatif.

Memperkuat Ketahanan Ekonomi Untuk Pertumbuhan Yang berkualitas

Pembangunan ekonomi dalam lima tahun kedepan diarahkan untuk meningkatkan ketahanan ekonomi yang ditunjukan oleh kemampuan dalam pengelolaan Sumber Daya Ekonomi dan dalam menggunakan sumber daya tersebut. Untuk memproduksi barang dan jasa bernilai tambah tinggi untuk memenuhui pasar dalam negeri dan ekspor. Hasilnya diharapkan dapat mendorong pertumbuhan yang berkualitas yang ditunjukan dengan keberlanjutan daya dukung sumber daya ekonomi yang dimanfaatkan untuk peningkatan kesejahteraan secara adil dan merata. Pembangunan ekonomi akan dilaksakan melalui dua pendekatan yakni; pengelolaan Sumber Daya Ekonomi dan peningkatan nilai tambah ekonomi. Pendekatan ini, menjadi lagi sinergitas dan keterpaduan kebijakan lintas sector yang mencakup sector pangan,dan pertanian, kemaritiman,industry, ekonomi kreatif dan ekonomi digital.

Pengelolaan sumber daya ekonomi, menghadapi tantangan terkait daya dukungan lingkungan, ketersediaan lahan, keterbatasan infrastruktur, penataan ruang, serta kesejahteraan petani nelayan dan masyarakat yang bergantung penghidupannya pada pemanfatan sumber daya alam. Pengelolaan sumber daya pangan dari pertanian  menghadapi isu semakin meningkat kebutuhan akan lahan, dan air sebagai dampak dari peningkatan aktivitas perkonomian.

Revolusi indutri 4.0 dan ekonomi digital membantu pemanfaatan ekonomi daera melalui digital memiliki potensi yang sangat besar untuk tujuan peningkatan nilai tambah ekonomi. Sebagai contoh; pemanfatan industry 4.0 sepanjangan rantai nilai dapat meningkatkan efesiensi hulu-hilir serta kontribusi nilai tambah ekonomi local yang menunjangan peningkatan ekonomi secara akregat dalam perputaran ekonomi kerakyatan masyarakat Halmahera Timur.

Meningkatkan Sumber Daya Manusia Berkualitas Dan Berdaya Saing

(Melalui Lingkungan & Isu Strategis )

Populasi penduduk  tumbuh seimbang  merupakan sala satu persyaratan  untuk meningkatkan kualitas hidup manusia dan masyarakat Kab. Halmahera Timur. Hal ini, dapat diwujudkan melalui pengendalian kuantitas, peningkatan kualitas dan pengarahan mobilisasi penduduk. Dengan penduduk tumbuh seimbang  daya tamping dan dukungan likungan dapat tetap terjaga. Hal ini, dapat dicapai dengan penurun rata-rata angka kelahiran total nasional, regional sampai local. Jumlah penduduk produktif Kabupaten Halmahera Timur yang besar tersebut harus dimanfaatkan agar dapat memaksimalkan bonus demografi. Apabila tidak dikelolaan dengan baik, dapat menyababkan tingkat pengguran, konflik sosial serta tekanan pada pangan dan lingkungan. Selain itu, perubahan structural umur penduduk yang cepat juga membawa implikasi terhadap penduduk yang menua (Ageing Population) yang tidak produktif.​

Melihat penerapan pendidikan gartis di Kabupaten Halmahera Timur memang pada sisi lain ada sisi kelemahan dan kelebihan upaya menopong kualitas Sumber Daya Manusia Yang Unggul itu harapan proyeksi Pemerintah Daerah akan tetapi minimnya ketersedian fasilitas pendidikan serta ketidak disiplinannya tenaga pengajar serta minimnya kualitas guru, Hal tersebut juga berplikasi pada mutuh pendidikan di Halmahera Timur. Walaupun disisi lain harus diakui ada beberapa terobosan baru yang hendak telah direalisasikan oleh pemimpin kita.

Ada beberapa aspek yang harus diinovasi oleh pemerintah daerah dalam proyeksi peradaban Halmahera Timur ditahun 2020-2025 adalah menyiapkan pemenuhan layanan dasar, peningkatan kualitas anak, perempuan maupun laki-laki, serta peningkatan produktifitas dan Daya Saing. Agar berkualitasnya potensi Sumber Daya Manusia Kab. Halmahera Timur maka harus menyiapkan arah kebijakan dan strategi secara berkesinambungan dengan srategi kebijakan nasional.

Membangun Kebudayaan Dan Karakter Bangsa

(Melalui Lingkungan Dan Isu Strategis )

​​Kebudayaan dan karakter bangsa memiliki kedudukan penting dan berperan sentral dalam pembangunan daerah serta nasional untuk mewujudkan masyarakat Halmahera Timur pada khususnya dan bangsa yang Maju, Modern, Unggul dan Berdaya Saing sehingga mampu berkompetisi dengan daerah-daerah lain di Provinsi Maluku Utara. Kebudayaan adalah penanda yang menegaskan indentitas dan jati diri suatu bangsa, yang tercermin pada karakter dan sikap mental dapat menjadi faktor penentu untuk mencapai kemajuan melalui proses pembangunan dan modernisasi. Mentalitas disiplin, etos kemajuan, etika kerja, jujur, taat hukum dan aturan, tekun dan gigih adalah karakter dan sikap mental yang membentuk nilai-nilai budaya masyarakat Halmahera Timur dengan Falsafah Limabot Faifiye dengan sub system kebudayaan masyarakat Fagogoru. Nilai-nilai kebudayaan inilah yang dalam karakter anak negeri harus ditanamkan sejak dini sehingga kebudayaan bukan hanya sebagai tata nilai filosofis teoritik semata akan tetapi mampu menjelma dalam sanubari karakter generasi Kab. Halmahera Timur. 

​Pembangunan kebudayaan diarahkan untuk meningkatkan Kualitas Sumber Daya Manusia. Dengan memperkukuh nilai karakter anak negeri Fagogoru untuk menjadi  generasi yang tanggung, kompetitif, berakhlak mulia, dinamis dan berorientasi Iptek. Pembangunan berkarakter juga, menjadi agenda pembangunan nasional ke-08 yakni melakukan revolusi karakter bangsa, yang dalam pelaksaan bertumpuk pada pendidikan dalam system persekolahan dan pendidikan masyarakat untuk menciptakan generasi Halmahera Timur dan Bangsa sebagai Jon Lokus Peradaban Indonesia kedepan.  Ada beberapa hal yang harus dijalankan serta diproyeksi Pemerintah daerah Kab. Halmahera Timur untuk mengakoborasikan dengan agenda Naisonal untuk membangun kebudayaan dan karakter bangsa yakni;  Peningkatan indeks pembangunan masyarakat yang menunjukkan kohesivitas, rasa saling percaya, gotong royong dan inklusi sosial terus meningkat, serta indeks pembangunan kebudayaan yang mennjukkan antara lain ketahanan sosial budaya adat fagogoru, dan ekonomi budaya sekaligus menjaga nilai-nilai toleransi umat beragama di Kabupaten Halmahera Timur serta kesatuan dan persatuan.

Memperkuat Infrastruktur Untuk Mendukung Pembangunan

Ekonomi & Pelayanan Dasar

​Pembangunan infrastruktur sala satu pilihan strategis dalam rangka percepatan pertumbuhan dan pemerataan ekonomi Halmahera Timur. Perhatian pemerintah nasional dibidang infrastruktur pada beberapa tahun terakhir berkontribusi pada peningkatan kualitas infrastruktur, maka dituntut Kab. Halmahera Timur kedepan harus membangun infrastruktur yang berkelanjutan dengan asas keadilan sosial bagi seluruh masyarakat ditahun 2020-2025 kedepan. Ada beberapa cacatan penting yang harus diproyeksikan oleh pemerintah Kab. Halmahera Timur yakni: Peningkatan Kualitas Infrastruktur secara merata, membangun pola lingkuangan yang baik dari sebelumnya, peningkatan perumahan dan permukiman, peningkatan daya air, keselamatan dan keamanan tranportasi, capaian pembangunan jalan perbatasan maba utara serta maba selatan secara baik dan merata serta peningkatan teknologi dan komunikasi sampai kepelosok desa.

​Arah dan strategi dalam rangka penyediaan akses perumahan dan permukiaman layak, aman, terjangkau adalah dalam upaya meningkatkan akses masyarakat secara bertahap dengan strategi dilakukan tiga pendekatan yakni ; pendekatan dari sisi permintaan, dari sisi pasokan serta asas keadilan. Sera membangun lingkungan hidup, peningkatan ketahanan bencana dan perubahan iklim sekaligus Memperkuat stabilisasi politik dan hukum dan tranformasi pelayanan public dan tak kala urgen (penting dan mendesak ) adalah budidaya potensi local daera sehingga dalam upaya membangun Kab. Haltim berasas Budaya local sebagai jon lokus peradaban, mewujudkan masyarakat Halmahera Timur yang mandiri, maju, adil dan makmur melalui percepatan pembangunan diberbagai bidang dengan menekankan terbangunnya structural perekonomian yang kokoh berlandaskan keunggulan kompetisi berbagai wilayah yang didukung oleh Sumber Daya Manusia yang berkualitas dan berdaya sains. Narasi sederhana ini, saya persembahkan kepada khalayak Masyarakat Halmahera Timur sebagai entitas dari refleksi anak negeri terhadap potret dinamika secara realitas kondisi objektif Kab. Halmahera Timur diusianya yang dewasa ini masih ketertinggalan dalam beberapa aspek dalam akhir-akhir tahun ini, sehingga memberi animo baru untuk memikirkan Masa depan dan Peradaban negeri tercinta Kabupaten Halmahera Timur serta bagian dari kritis otokritis konstruktif untuk rerorentasi perbaikan Haltim. Semoga Narasi sederhana ini, bisa menjadi inspirasi generasi muda untuk sama-sama kita  memikirkan serta memberikan tawaran gagasan konstruktif untuk Halmahera Timur yang lebih baik kedepan.

Bagikan

Komentar

News Feed