oleh

KATAM Ajak Warga Kawasi Konsisten Tolak Evakuasi

TERNATE,MSC-Koordinator Konsorsium Advokasi Tambang (KATAM) Provinsi Maluku Utara (Malut), Muhlis Ibrahim mengajak warga Kawasli konsisten menolak evakuasi yang rencananya dilakukan Pemda Halmahera Selatan.

“Evakuasi warga akan berakhir dengan konflik jika pihak perusahan yang dalam hal ini PT Harita Group mengabaikan aspek keadilan,” ungkap Muhlis Ibrahim, dalam keterangan pers yang diterima malutsatu.com.

Sesuai dengan hasil invesitgasi di lapangan, kata Muhlis Ibrahim mayoritas masyarakat menolak. Alasan penolakan itu disebakan karena ganti rugi rumah tidak sesuai dengan keinginan masyarakat.

“Adapun keinginan masyarakat, bahwa rumah yang nanti ditempati, nilainya harus sama dengan rumah yang pernah mereka huni,” katanya.

Sementara informasi yang diterima, kata Muhlis Ibrahim, pihak perusahan menyediakan rumah siap huni dengan ukuran rata-rata sama. Yakni rumah dengan tipe 36 (6×6). “Perlu diketahui bahwa masyarkat Desa Kawasi bukanlah mesyarakat transmigrasi atau pengungsi yang bisa di atur seenaknya,” katanya.

Mereka lanjut Muhlis Ibrahim, mempunyai hubungan historis dan sosiologis yang kuat dengan daerah Kawasi. Karena mereka telah menghuni Desa Kawasi ratusan tahun sejak turun temurun. Akan tetapi sekarang karena kepentibgan perusahan mereka dievakuasi.

“Maka untuk itu, kami meminta kepada pihak pemerintah untuk benar-benar serius memperhatikan persoalan ini. Jangan hanya memperhatikan kepentingan pihak investor,” sebut Muhlis Ibrahim. (red)

Bagikan

Komentar

News Feed