oleh

Bawaslu dan Pemkot Tetapkan Delapan Kelurahan Masuk Program Kaliber

TERNATE,MSC-Jelang Pelaksanaan Pemilihan Walikota dan Wakil Walikota Ternate tahun 2020 nanti, delapan kelurahan ditetapkan sebagai Kampung Pemilihan Bermartabat (Kaliber).

Kaliber merupakan program Bawaslu Kota Ternate bekerjasama dengan Pemerintah Kota Ternate, sebagai kelurahan percontohan dalam pelaksanaan Pemilihan Walikota dan Wakil Walikota Ternate.

Hal ini tertuang dalam rapat bersama, Bawaslu dengan Pemerintah Kota diantaranya, Kepala Kesbangpol, Kabag Pemerintahan serta para camat dan lurah delapan kelurahan.

Sementara delapan kelurahan tersebut diantaranya, Tobololo Ternate Barat, Kelurahan Tafraka Pulau Hiri, Kelurahan Tadenas Moti, Kelurahan Bido Batang Dua, Kelurahan Jambula Pulau Ternate, Kelurahan Fitu Ternate Selatan, Kelurahan Soa Sio Ternate Utara dan kelurahan Tongole Ternate Tengah.

“Jadi kita jadikan delapan kelurahan sebagai percontohan dimana peran pemrintah dan masyarakat bersama penyelenggara tehnis sebagai kampong bermartabat dalam Pilwako nanti,” kata Ketua Bawaslu Kota Ternate, Kifli Sahlan.

Dia mengatakan, program ini merupakan bentuk pengawasan partisipatif dimana keterlibatan semua kalangan termasuk masyakarat untuk mewujudkan pilkada yang bermartabat.

Sementara itu, Kepala Kesbangpol Kota Ternate, Abdullah Sadik mengatakan, program Kaliber harus mendapat dukungan semua kalangan. Sebab kota Ternate kendati pelaksanaan pemiihan tidak terjadi kekacauan, akan tetapi Ternate masuk kategori daerah rawan berdasarkan IKP dari sisi lainnya.

“Kita memberikan apresiasi sebagai inisiator Kaliber, hal ini membuat nama Ternate sebagai daerah yang tertib dalam pelaksanaan Pemilihan umum maupun Pilkada,” katanya.

Dia mengatakan, kerawanan pemilu terjadi bisa saja dikarenakan masih adanya intimidasi yang dilakukan aparatur sipil negara maupun aparatur keamanan. Keterlibatan aparatur Sipil negara menurut Abdullah Sadik dikarenakan adanya iming-iming jabatan.

Abdullah juga berharap Bawaslu lebih giat memberikan pemahaman kepada masyarakat terkait dengan ketentuan dan aturan dalam pelaksanaan Pilwako. “Saya berharap Bawaslu punya peran memberikan pemahaman kepada masyarakat,” pintahnya. (red)

Bagikan

Komentar

News Feed