oleh

Daya Beli BBM di Halut Turun 60 Persen

TOBELO,MSC-Dampak Dari Covid-19 membuat omset penjualan Bahan Bakar Minyak (BBM) di Stasiun Pengisian Bahan Bakar Umum (SPBU) turun drastis. Hal ini tentu berdampak pada pendapatan perusahan dan perekonomian karyawan yang bekerja di perusahan SPBU. Salah satunya SPBU Kupa Kupa kecamatan Tobelo Selatan Halmahera Utara milik Johan Manery.

Menukiknya penjualan BBM akibat dari dampak mewabahnya Covid-19 yang melanda dunia dan secara khusus negara Indonesia hingga ke pelosok negeri. Diakuinya, bahwa sebelum ada pembatasan aktifitas masyarakat oleh pemerintah daerah demi memutuskan rantai penyebaran Covid-19.

“Penyebab turunnya daya beli masyarakat kemungkinan disebabkan oleh ketakutan masyarakat terhadap virus yang mematikan ini. Sebab, sebelum adanya batasan aktifitas dari pemerintah daerah penjualan BBM sudah menurun sejak Indonesia dinyatakan sebagai bencana nasional Covid-19. Kami tentu sangat mendukung pemerintah daerah sehingga ini juga artinya kesadaran masyarakat untuk tetap di rumah sudah sangat baik agar rantai penyebaran Covid-19 bisa di cegah,”ungkap Johan Manery.

Disentil mengenai dampak turunnya pendapatan SPBU terhadap kesejahteraan karyawan Johan menuturkan, hal ini tentu ada beberapa item yang ditawarkan kepada karyawan.

Diantaranya, memilih untuk dirumahkan sementara hingga kondisi mulai membaik ataukah tetap bekerja tetapi gajinya tidak bisa dibayarkan sesuai dengan Upah Minimum Kabupaten (UMK).

Sebab, lanjutnya, perusahannya juga memiliki kredit bank yang cukup besar. “Biasanya sebelum mewabahnya Covid-19, penjualan perhari untuk semua jenis BBM bisa mencapai 18 Ton, namun saat ini hanya 6-7 ton saja perhari,”katanya.

Untuk itu strategi yang dia tempuh, memilik 21 orang karyawan diantaranya 15 orang operator dan 6 orang Security. Dalam perbulan pengeluaran untuk membayar gaji untuk 21 orang Rp70 juta, di tambah dengan BPJS yang hampir Rp18 juta terdiri dari BPJS Ketenagakerjaan Rp11 juta dan BPJS kesehatan Rp7 juta perbulannya.

Unutk itu, Johan berharap, ada upaya pemerintah melalui perbankan dalam memberi meringankan cicilan bank dari perusahan yang terdampak Covid-19. Juga BPJS yang memberi keringanan terhadap jaminan masyarakat dari sisi kesehatan.

“Jika itu memang sudah diberlakukan pada April 2020. Kami berharap Bank plat merah bisa¬† mensosialisasikan kepada pemilik perusahan yang memiliki kredit bank, dan yang lain juga misalnya BPJS. Sehingga bisa dipahami oleh kami, jangan sampai ada kesalahpahaman ketika melakukan pembayaran kredit bank,”pintanya. (AL)

Bagikan

Komentar

News Feed