oleh

Kembali Empat Warga Waci Diserang OTK di Hutan

MABA,MSC-Kasus pembunuhan warga desa Waci di Kabupaten Halmahera Timur tahun kemarin, baru divonis pengadilan. Kini aksi penyerangan terhadap empat warga Waci di hutan belakang kampung terjadi kembali, Kamis (9/4/2020).

Empat Warga Desa Waci yakni Jailan Djar, Rajak Rasid, Buang Yasin dan Saptu yasin Telah diserang Orang Tak di Kenal (OTK) di Hutan Belakan Waci yang juga diduga Warga Suku Togutil.

Menaggapi Hal itua Anggota DPRD Kabupaten Haltim Idrus Maneke meminta Pemerintah Daerah (Pemda) Haltim dan pihak kepolisian agar harus menanggapi kejadian tersebut dengan serius.

Dia mengatakan, kasus yang sering dialami Warga Waci itu  selalu menelan korban baik luka ringan, maupun luka berat bahkan kehilangan nyawa manusia. Oleh sebab itu, Idrus meminta Pemda dan Kepolisian untuk secara serius melindungi kenyamanan dan keselamatan nyawa warga bangsa yang berada di Waci.

“Saat ini sama kita saksikan dalam rangka menyelamat warga bangsa dari serangan covid-19 pemerintah daerah menganggarkan puluhan miliar untuk lakukan langkah Pencegahan. Sementara peristiwa yang sering dialami oleh masyarakat Waci Peteley  selama ini keberpihakan pemerintah nyaris tak terlihat padahal sudah menelan korban nyawa,”beber anggota DPRD  Fraksi Golkar itu.

Lanjut dia, kejadian tersebut harusnya dipandang sebagai keaadaan luar biasa yang oleh pemerintah daerah segera mengalokasikan anggaran untuk memastikan keamanan dan kenyamanan bagi warga Waci Peteley dalam menjalankan aktifitas keseharian mereka di kebun.

Berdasarkan Informasi yang dihimpun Wartawan media ini, keempat warga Waci tersebut berada di hutan belakang kampung tepatnya di Cibcebi Air Terjun dua hari lalu untuk berburu, namun pada pagi harinya (kamis) keempatnya diserang OTK dan mengakibatkan satu Warga atas nama Jailan terkena Sayatan Panah di Bagian Punggung.

Pihak keamanan Satgas Pamrahwan Pos Maba Selatan saat ini menuju Lokasi kejadian untuk melakukan Pengamanan dan mencaritau keberadaan para pelaku.

Sementara itu Pihak Kepolisian saat dikonfirmasi, mengaku saat ini masih dalam tahapan penyelidikan. (Can).

Bagikan

Komentar

News Feed