oleh

Polres Haltim Diminta Tangkap DPO Kasus Pembunuhan Warga Waci

MABA,MSC-Kendati sebagian pelaku pembunuhan warga Waci, Kecamatan Maba Selatan, Kabupaten Halmahera Timur telah diputuskan vonis oleh Pengadilan Negeri Soa Sio di Tidore, akan tetapi tugas Polisi belum berakhir.

Jajaran Kepolisian di Haltim, masih menyisahkan tugas menangkap enam orang yang telah dinyatakan sebagai DPO (Daftar Pencarian Orang) dalam kasus pembunuhan tersebut.

Apalagi belum usai menangkap enam DPO kasus sebelumnya, kini pada kamis kemarin (9/4/2020) kasus penyerangan terhadap Warga Waci kembali terjadi dan melukai satu orang Warga Waci atas Nama Jailan Djafar.

Tentu DPO yang tersisa menjadi ancaman dan ketidaknyamanan warga terutama Warga Waci yang dengan kesehariannya mengais rejeki di Hutan belakang kampong, yang lokasinya sering terjadi pembunuhan.

“Hingga saat ini kami menduga Kepolisian tidak lagi menindak lanjuti pelaku yang berstatus DPO padahal sebelumnya kami tau selain enam orang yang di tangkap masih ada yang dinyatakan DPO, lalu bagaimana tahapannya sampai sekarang,” kata Ismit Abas Hatari Pemuda Gotowasi, Kecamatan Maba Selatan.

Ia juga meminta kepada penyidik Polres Haltim agar selain melakukan penyelidikan atas kasus yang terjadi pada Kamis kemarin, namun Penyidik harusnya memprioritaskan yang berstatus DPO.

Sebab kata Ismit, alasanya yang bersatatus DPO tentu lebih muda sebab Penyidik sudah pasti mengantongi data ciri ciri terduga pelaku DPO dibandingkan denga pelaku kemarin yang belum diketahu identitasnya.

“Sambil mengidentifikasi pelaku pada Kamis kemarin, Polres juga harus pastikan para DPO yang hingga kini tak tau kabarnya ini untuk apa, supaya jangan menumpuk  kasus yang ditangani,”sebut Ismit.

Terpisah, hal yang sama juga disampaikan sejumlah Pemuda di Desa Peteley Kecamatan Maba Selatan. Faisal Hasib tokoh Pemuda Peteley, mendesak  Pemerintah Daerah  dan DPRD agar bisa  seriusi  kasus di hutan kali Waci, sebab  kasus pembunuhan oleh OTK di hutan kali Waci bukan baru terjadi satu kali, melaikan sudah terjadi berulang kali dan memakan korban kurang lebih 7 nyawa melayang dalam 10 tahun terakhir.

“Kejadian terakhir yang memakan korban adalah 1 tahun lalu menewaskan 3 nyawa, kini pada tanggal 9 kemarin kasus serupa terjadi lagi, tapi syukur Alhamdulillah tidak ada korban meninggal, maka dari itu saya selaku tokoh muda desa Peteley mendesak kepada pemda dan DPRD agar segera mencari solusi terkait dengan kasus yang terjadi di hutan kali waci,”ujar Faisal.

Kepolisian diminta jangan membiarkan orang yang melakukan criminal apalagi sampai pembunuhan menghirup udara segara di luar, harus dihukum sesuai dengan aturan hukum di republik. “Jangan sampai orang Waci dijadikan objek pembunuhan setiap tahun. Polisi adalah pengayom dan pelindung masyarakat,”tegasnya. (can)

Bagikan

Komentar

News Feed