oleh

Surat Ketum BKPRMI Untuk Polda Maluku Utara

Jangan Mengolok-olok Istri-istri dan Keluarga suci Rasulullah SAW.

Terimakasih Polda Maluku Utara, Pemuda Remaja Masjid Maliaro, Jurnalis atas perhatian dan kerjasamanya Pelaku dan Perekam video olok olokan atas Ummul Mukminin Aisyah Ditangkap

————-

Saya sungguh perihatin dengan olok olokan terhadap istri Rasulullah SAW sayyidatul Aisyah Radhiallahu Anha. Siapapun yang melakukan olok olokan bahan candaan atas keluarga suci Nabi menurut saya sangatlah tak berakhlak dan merupakan seburuk-buruknya akhlak.

Bagi seorang muslim, Siti Aisyah radhiallahu anha itu ibunya orang muslim, wanita terbaik yang Allah pilihkan untuk Rasulullah SAW, karena itu merendahkan Ummul Mukminin adalah perbuatan keji dan nista.

Ketika lagu Aisyah mulai populer,  postingan saya sudah mengingatkan agar hati-hati krn takut jatuh pada penghinaan tanpa sengaja. Dan apa yang saya khawatirkan itu terjadi. Saya mohon kita memuliakan Rasulullah SAW & keluarga suci Nabi. Jangan karena ingin membuat manusia tertawa justru jatuh menjadi dosa.

Saya bersyukur pihak Polda Maluku Utara telah menangkap pelaku dan perekam video yang mengolok olok Ummul mukminin Aisyah. Berharap proses hukum atas mereka dan semoga ini jadi pelajaran bagi kita semua agar memahami agama Islam secara benar dan lebih memuliakan Rasulullah dan keluarga suci Rasul.

Saya mengucapkan terima kasih kepada Pemuda dan Remaja Masjid kelurahan Maliaro yang cepat merespon dan menangkap pelaku dan membawanya ke masjid dan sekaligus membawanya ke Krimsus Polda Maluku Utara. Terima kasih juga untuk para jurnalis atas semua kerjasamanya sehingga kasus ini cepat ditangani oleh pihak berwajib.

Himbauan saya untuk para kaum muslimin, silahkan teladani Ibunda Aisyah radhiallahu ‘anha. Jika engkau memang mengaku mencintainya, maka lakukan dgn cara yang benar, yang dilandasi dgn ilmu syar’i (sesuai Al-Quran dan as-Sunnah menurut pemahaman salafush sholeh). Niat yg baik saja tidaklah cukup jika dilakukan dengan cara yang salah dan menyimpang.

Ada hadist Rasulullah Muhammad SAW yang menjadi landasan kita menghormati Ummul mukminin Aisyah adalah “Orang yang mulia dari kalangan laki² banyak, namun yg mulia dari kalangan wanita hanyalah Maryam binti Imron dan Asiyah istri Fir’aun,dan keutamaan Aisyah atas semua wanita seperti keutamaan tsarid atas segala makanan.” (HR. Bukhari & Muslim)

Disini saya tegaskan bahwa bukan sekedar soal fisik dan romantisme saja isi kehidupannya Ummul mukminin Aisyah. Itu hanya sebagian kecil dari keutamaan beliau. Lagi pula romantisme itu sebagai pendidikan rumah tangga bagi kaum muslimin lainnya bahwa begitulah hubungan rumah tangga, yaitu hubungan persahabatan antara suami dengan istri, bukan seperti atasan dengan bawahannya, saling melengkapi satu sama lain. Jadi bukan untuk pamer kemesraan.

Kemesraan Syaidatul A’isyah dengan Rasulullah itu diketahui setelah diriwayatkan oleh Ummul Mukminin ‘Aisyah sendiri, bukan dipamerkan pada saat kemesraan itu di lakukan macam orang pacaran atau lelaku selebgram yang bisa membangkitkan syahwat orang lain yg melihat.

Alangkah sedihnya, jikalau Ummul Mukminin digambarkan hanya sebatas fisik & romantisme, diperagakan dengan gesture model yang gemulai berlenggak lenggok, atau dengan lirikan mata mesra seakan-akan itu sikap Sayyidah ‘Aisyah dengan Rasulullah, disenandungkan dengan penyanyi yang tabbaruj (mengenakan make up) beserta pernak pernik pencuri perhatian.

Maaf, bukankah ini sangat bertolak belakang dengan fakta kemuliaan Ummul Mukminin ‘Aisyah ra, bahwa beliau itu tidak terlihat kecuali dua bola matanya. Sangat pemalu dalam rangka menjaga iffah dan izzahnya, tidak mencari-cari perhatian, tidak tabbaruj.

Dan yang paling dikhawatirkan malah justru membangkitkan syahwat dan lelaki berkhayal, wah andai aku berjodoh dgn wanita semacam bunda ‘Aisyah, membayangkan hal-hal yang romantis dan menarik fisik jodoh yang dibayangkan itu.

Padahal belum tentu kenyataan sama dengan yang dibayangkan. Bisa jadi jodoh kita itu memiliki penampilan fisik dan karakter seperti Istri Rasulullah lainnya yang berbeda-beda. Inilah hikmah kenapa istri Rasulullah banyak, lebih dari 4 (khusus bagi beliau). Supaya kita kaum laki-laki tau bagaimana menghadapinya.

Apalagi yang menyenandungkan para lelaki. Wah, bayangkan jika itu istri kita. Dipuji-puji fisik dan romantismenya dengan cukup vulgar. Sebagai seorang suami apa kita memakluminya? Tentu saja tidak, bukan? Beliau istri Nabi kita. Ibunda kita, ummul mukminin harusnya kita memuliakan dan menghormati beliau.

HASBY YUSUF Ketua Umum Badan Komunikasi Pemuda Remaja Masjid Indonesia (BKPRMI) Provinsi Maluku Utara

Bagikan

Komentar

News Feed