oleh

Jelang Tugas, 37 Tenaga Medis Covid-19 Pemda Malut Lakukan Briefing

TERNATE,MSC-Sebanyak 37 tenaga medis yang terdiri dari tenaga dokter, perawat, gizi dan  farmasi juga perawat RSUD Chasan Bosoirie, jelang penugasan dilakukan briefing oleh Tim Pelayanan Medik Manajemen Karantina Sahid Bela Hotel.

Tenaga medis tersebut merupakan rekrutmen yang dilakukan Pemda Provinsi Maluku Utara baru-baru ini, sebagai bentuk mengantisipasi minimnya tenaga medis dalam pelayanan dan penanganan pasien Covid-19.

Briefing yang dilakukan bagi tenaga medis yang bertugas di ruang isolasi RSUD Chasan Boesoeirie dan lokasi Karantina di Sahid Bela Hotel, bertempat di Posko Media Center Covid-19, Selasa (28/4/2020).

Dr. Zihan Duwila, Bagian Pelayanan Medik Manajemen Karantina Sahid Bela Hotel kepada wartawan, Selasa (28/4/2020) menjelaskan, 37 tenaga medis tersebut merupakan yang direkrut oleh Pemerintah Provinsi Maluku Utara (Malut), untuk bertugas di Karantina menghadapi pandemi Covid-19 di Maluku Utara.

Sementara itu dalam briefing tersebut, diberikan arahan dari Kepala KKP Kelas III Ternate, dr. Aulianto dan Idham Masuku sebagai pejabat Karantina, serta dr. Silvi dan dr. Zihan Duwila, Bagian Pelayanan Medik Manajemen Karantina Sahid Bela Ternate.

Tujuan dilakukan briefing terhadap tenaga medis, agar dalam melaksanakan tugas sesuai dengan aturan protap karantina kesehatan. “Briefing yang dilakukan juga karena banyak teman-teman tenaga medis yang kurang paham dan protes. Karena seiring jalan banyak perubahan karna ini kondisi darurat, sehingga baru di SOP kan aturan yang ditetapkan/aturan baku,” katanya.

Untukitu, dirinya berharap dengan briefing ini kedepannya maka aturan karantina bisa tegakan. Kuncinya, karantina harus disiplin. “Semoga semua protap bisa dijalankan oleh teman-teman tenaga medis dalam menghadapi Covid-19 di Maluku Utara, terutama yang bertugas di RSUD dan Sahid Bela Hotel,” katanya.

Zihan menambahkan, tidak semua pasien PDP yang terkonfirmasi Positif Covid-19 itu kritis. Adapun PDP ringan yang gejalanya bisa diobati dengan karantina rumah atau dari tempat karantina tanpa harus dimasukan ke isolasi RSUD.

Apalagi kata Zihan sekarang keadaan pasien bertambah dan kondisi RSUD pasien menumpuk. Jadi pasien PDP (yang ringan) bisa dirawat dari rumah maupun karantina. ”Ini sudah terbukti sebanyak 3 pasien yang psitif Covoid-19 sudah dinyatakan sembuh,” katanya. (red)

Bagikan

Komentar

News Feed