oleh

Dari 41 Kasus Positif Covid-19, Hanya 1 Kasus Transmisi Lokal

TERNATE,MSC-Jumlah kasus terkonfirmasi positif Covid-19 di Provinsi Maluku Utara hingga Kamis (30/4/2020) sebanyak 41 kasus. Dari jumlah tersebut, hanya 1 kasus merupakan transmisi lokal, dan 40 kasus merupakan kasus impor.

Untuk kasus transmisi lokal terjadi pada pasien 02 yang sebelumnya kontak langsung dengan orang tuanya pasien 01 dengan riwayat perjalanan Bandung dan Jakarta menuju Ternate dengan menggunakan kapal laut.

Juru bicara Percepatan Penanganan Covid-19 Provinsi Maluku Utara, dr. Alwia Assagaf ketika dikonfirmasi via WhatsApp grup Media Center menjelaskan, untuk transmisi lokal pasien 02. “Transmisi lokal pasien 02,”ungkap dr. Alwia Assagaf, Kamis (30/4/2020).

Sedangkan untuk 40 kasus terkonfirmasi positif Covid-19 merupakan kasus impor, dengan riwayat perjalanan, Bandung, Jakarta, Gowa Sulawesi Selatan serta Sorong Papua.

Sementara kasus yang terjadi yakni penambahan 15 kasus terkonfirmasi positif, adalah pelaku yang melakukan perjalanan dari daerah terpapar corona virus (Covid-19).  

“Yang 15 kasus semuanya pelaku perjalanan, 8 Orang ABK Dorolonda, 4 Santri asal Morotai, 2 dari Ternate kegiatan keagamaan di Bandung dan 1 orang dari Halut riwayat perjalanan dari Makassar,”kata Alwia Assagaf.

Terkait hasl itu, Direktur LSM Rorano Maluku Utara, Asghar Saleh menuturkan, dari jumlah kasus terkonfirmasi positif sudah cukup banyak. Maluku Utara kata Asghar Saleh belum masuk pada tahapan transmisi lokal.

Menurutnya, untuk kasus transmisi lokal dipastikan akan bertambah cukup banyak karena dari jumlah 40 kasus berapa banyak yang telah melakukan kontak dan itu telah dilakukan trancking oleh masing-masing petugas kesehatan.

Darai data Gugus Tugas Provinsi kata Asghar Saleh terdapat 29 orang yang melakukan kontak langsung dengan sejumlah pasien positif. Kasus terbaru salah satu warga asal Bajo Guruaping Kayoa yang meninggal dengan indikasi corona.

“Dari 29 orang yang hasil tracking belum lagi hasil tracking di kecamatan Kayoa khusus di desa tersebut, dan saat ini khusus untuk pihak keluarga 7 orang dan 2 ABK speed Boad yang mengatarkan pasien ke Labuha,”kata Asghar Saleh. (red)

Bagikan

Komentar

News Feed