oleh

Asa Untuk Mahasiswa Perantau dari Polres Ternate Bersama LSM Rorano

TERNATE,MSC-Menjadi seorang mahasiswa yang menimba ilmu di tanah rantau memang menghasilkan kisah-kisah unik dan pengalaman hidup menarik. Di tengah pandemi Covid-19, sejumlah kampus memilih untuk meniadakan perkuliahan di kelas dan menggantinya dengan kuliah daring.

Banyak mahasiswa yang akhirnya memilih untuk pulang ke kampung halamannya masing-masing. Meski demikian, tidak semua mahasiswa perantau pulang ke asalnya, sebagian memilih untuk tetap bertahan di perantauan.

Salah satu alasan mahasiswa rantau bertahan untuk tidak mudik yakni kekhawatiran bahwa mereka akan menjadi carrier atau pembawa virus yang bisa membahayakan keluarga di rumah.

“Kenapa tidak mudik itu karena merasa takut jika pulang ke rumah malah membawa wabah corona, jadi saya memilih tinggal di sini,” kata kata salah satu Mahasiwa asal Taliabu kepada malutsatu.com (2/5/2020).

Tak jauh dari kamar kosan mahasiswa asal Taliabu, terdengar suara Kapolres Ternate, AKBP Azhari Juanda meberikan nasihat salah satu mahasiswi yang tinggal di kosan. “Perempuan harus jaga diri, kuliah yang baik biar cita-cita tercapai dan orang tua jadi senang,”tutur Azhari Juanda saat menyerahka bantuan paket sembako.

Sepenggal cerita saat Kapolres Ternate bersama LSM Rorano dan media partner melakukan aksi bagi sembako kepada mahasiswa yang tinggal di tempat kosan, pada Sabtu (2/5/2020) siang.

Pe,bagian sembako merupakan sebagai bentuk kepedulian terhadap mahasiswa di Ternate terdampak covid-19,  Kepolisian Resort (Polres) Ternate bersama Lembaga Swadaya Masyarakat (LSM) Rorano dan tiga media partner cermat-Kumpar, indotmur.com dan malutsatu.com menyalurkan sembako kepada mahasiswa yang tidak pulang kampung di tengah pandemi covid-19.

Kapolres Ternate AKBP Azhari Juanda mengatakan, penyaluran bantuan sembako oleh Polres Ternate bersama LSM Rorano dan media partner telah mendistribusikan hampir 50 paket sembako kepada adik-adik mahasiswa di Kelurahan Dufa-Dufa dan Kelurahan Sasa.

Sasaran pembagian sembako kata Azhari Juanda mahasiswa di kos-kosan ini karena meraka tidak pulang ke kampong halaman, namum memilih untuk bertahan di kos-kosan sebagai lamglah ikhtiar memutus mata rantai penyebaran covid-19.

“Karena jika mereka pulang kampong tentu mereka tidak melindunggi keluarga mereka di suasana seperti sekarang, untuk itu Polres Ternate beserta LSM Rorano dan media partner hadir untuk memberikan bantuan paket sembako kepada mereka karena mereka memilih untuk tidak pulang kampung,” tutur Kapolres.

Kapolres memastikan, penyaluran sembako ini akan terus berlanjut dan bukan hanya untuk mahasiswa tetapi juga bagi warga kurang mampu dan maayarakat terdampak covid-19.

Polres Ternate, sambung Kapolres  sudah menyediakan 10 ton beras untuk diberikan kepada masyarakat terdampak covid-19, “bantuan tersebut akan disalurkan bersama Polres Ternate, LSM Rorano dan media partner kepada masyarakat yang sangat membutuhkan.

“Data penerima bantuan, kita kumpulkan melalui Bhabinkamtibmas di masing-masing Kelurahan,” aku Kapolres.

Sementara itu, Direktur LSM Rorano, Asghar Saleh memberi apresiasi kepada jajaran Polres Ternate yang memiliki kepedulian terhadap kondisi masyarakat di tengah pandemi covid-19.

“Kami menyampaikan terima kasih, apresiasi dan penghargaan kepada Kapolres Ternate beserta jajaran yang sudah mau bekerja sama dengan Rorano bersama media partner untuk melakukan aksi-aksi kemanusiaan untuk membantu masyarakat Kota Ternate,”kata Asghar Saleh. (red)

Bagikan

Komentar

News Feed