oleh

Fase Transmisi Lokal, Ternate Sudah Saat Memberlakukan PSBB

TERNATE,MSC-Ternate yang merupakan pintu masuk bagi Provinsi Maluku Utara, sudah saatnya memberlakukan Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB). Kendati demikian, Pemerintah Kota Ternate diminta perlu banyak persiapan jika PSBB ini jadi diterapkan.

“Mungkin PSPB bisa dipikirkan tetapi tentu ada kosukwensi yang dipikirkan oleh pemerintah sehubungan dengan adanya PSPB kalau akan diberlakukan,” ujar dr. Alwia Assagaf saat konferensi pers, Senin (4/5/2020) di media center posko Sahid Hotel Ternate.

Menurutnya, enam kasus transmisi local yang merupakan analisa dan kajian epidemiologi kota Ternate merupakan daerah risiko tinggi, karena telah terjadi transmisi lokal dengan riwayat pasien yang terinfeksi.

Akan tetapi lanjut Alwia Assagaf, dari sisi penanganan pemberlakukan PSBB sangat tepat, hanya saja perlu kajian dari sisi lainnya yakni kesiapan pemerintah kota Ternate salah satunya aspek ekonomi terutama masyarakat.

Alwia mengatakan, pemberlakuan PSBB harus mempertimbangkan banyak aspek. Termasuk ekonomi, sosial, dan sebagainya. Akan tetapi, Ketua Wilayah IDI Maluku Utara ini setuju saatnya diberlakukan PSBB.

Apalagi katanya, dari sisi geografis, Ternate dan Maluku Utara pada umumnya merupakan daerah kepulauan yang tidak sambung secara daratan dengan provinsi lain. Sehingga lebih memudahkan dalam penanganan transmisi local, karena tidak ada lagi pelaku perjalanan.

Terkait dengan adanya rencana penerbangan yang masuk, Alwia Assagaf berharap akan betul-betul itu adalah penerbangan untuk Cargo, alat untuk logistik tapi bukan penumpang.

“Karena masih banyak persoalan kita dengan transmisi local. Bagaimana mungkin lagi kita harus mengahadapi pelaku perjalanan yang lain kalau adanya pesawat penumpang yang masuk ke Maluku Utara melalui Ternate,”katanya.

Dia meminta masyarakat untuk lebih mematuhi protocol kesehatan, dengan jaga jarak, menggunakan masker, tidak berkumpul, sering cuci tangan pakai sabun. Karena kalau lihat di Ternate masih ada yang tidak melaksanakan protocol kesehatan, kemudian masih ada yang beranggapan mungkin karena virus ini tidak terlihat dan tidak bergejala jadi menganggap remeh.

“Tapi kenyataannya saudara kita keluarga kita masyarakat kita di Kota Ternate sudah ada yang mengalami penularan tanpa diketahui sumbernya dan sudah ada yang terjadi transmisi local,”sebut Alwia Assagaf. (red)

Bagikan

Komentar

News Feed