oleh

PT Pelni Ternate Dinilai Tidak Konsisten Dalam Penjualan Tiket

TERNATE,MSC-PT Pelni Cabang Ternate dinilai melakukan tebang pilih pada penjualan tiket KM Sabuk Nusantara dengan tujuan Ternate-Sula-Taliabu. Dimana pembelian untuk keberangkatan Minggu (10/5/2020), untuk penjualan siang hari harus menggunakan Surat Keterangan Dokter (SKD). Termasuk memilik KTP Sula dan Taliabu.

Hanya saja pada penjualan tiket siang hari, PT Pelni tidak lagi memintah SKD. Hal ini sesuai dengan pemantauan di lapangan dimana pembelian tiket pada pagi hari tak lagi diminta SKD bahkan penumpang yang bukan Ber-KTP Sula dan Taliabu juga diperbolehkan untuk membeli tiket.

Kepala Cabang PT Pelni Ternate, Oscar ketika ditemui mengatakan, syarat pembelian tiket harus memiliki SKD pada pembelian tiket siang hari itu berdasarkan surat dari Dirjen Perhubungan laut nomor :19/tahun 2020.

Oscar membantah, tidak konsisten penjualan soal penjualan tiket pagi tidak menerapkan sebaimana surat Dirjen tersebut, alsannya baru saja menerima surat Dirjen. “Bukan tidak konsisten kami baru terima ini surat edarannya jangan bilang tidak konsisten kami hanya berdasarkan surat edaran yang baru kami terima” katanya.

Disentil pagi penjualan tiket tidak menggunakan SKD tetapi ketika siang penjualan menggunakan syarat SKD, kata Oscar karena baru dapat edaran, sedangkan menyangkut Surat keterangan sehat dia menyarankan awak media untuk melihat surat edaran Dirjen Perhubungan laut nomor 19 tahun 2020.” Saya nda mau terlalu banyak bicara begini saya berdasarkan surat edaran saja,” ucapnya.

Sementara itu secara terpisah Kepala Dinas Perhubungan Provinsi Maluku Utara, Armin Zakaria dikonfirmasi sangat menyesalkan jika PT Pelni Cabang Ternate beralasan baru menerima surat edaran Dirjen Perhubungan.

“Surat edaran Dirjen sudah berlaku sejak tanggal 6 Mei, masa PT Pelni Cabang Ternate bilang baru menerima,”tegas Armin Zakaria kepada wartawan, Jumat (8/5/2020).

Armin Zakaria mengaku, akan memberikan teguran kepala pihak Pelni, Sebab sesuai edaran gubernur pengurangan penumpang 50 persen  bukan untuk diberlakukan aturan tembang pilih.

Ia  juga heran kenapa pembelian tiket dengan syarat harus memilki SKD hanya untuk pembelian tiket  di siang hari sedangkan pagi hari tanpa SKD. “Kalau bilang baru terima suarat edaran, sedangkan surat edaran sudah mulai berlaku sejak tanggal 6 Mei. Itu Pelni berbohong,”katanya.

Oleh karena itu selain meminta KSOP harus mengawasi, Armin pun berjanji akan langsung melakukan pencekan di lapangan. “Kita akan cek di lapangan kita beri teguran,”tegasnya.(red)

Bagikan

Komentar

News Feed