oleh

IMM Minta Gubernur Serius Soal Larangan TKA China Masuk di Maluku Utara

TERNATE,MSC-Dewan Piminan Daerah Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah Maluku Utara (DPD IMM Malut) menolak masuknya tenaga kerja asing (TKA) dari China di tengah masa pandemi Virus Corona (Covid-19). IMM pun meminta Gubernur Maluku Utara KH. Abdul Gani Kasuba memastikan dan konsisten pelarangan TKA China masuk keluar Malut.

“IMM minta pada pemerintah daerah, Gubernur dan seluruh jajaranya untuk memastikan membatalkan tenaga kerja asing dari China, di tengah pandemi COVID-19,” ujar Ketua DPD IMM Malut, Alfajri A. Rahman dalam keteranganya, Minggu (10/5/2020).

Alfajri mengatakan, terdapat 36 TKA China yang bekerja di pertambangan PT IWIP di Kabupaten Halmahera Tengah, pada Minggu (10/5/2020) sempat tertahan di Bandara Babullah Ternate karena menunggu surat persetujuan dari Gugus Tugas, namun pada akhirnya mereka juga berangkat ke Manado Sulawesi Utara.

“Kami minta pak gubernur jangan hanya statemen di media saja, tapi butuh langka konkrit jangan ada lagi TKA Asal China masuk keluar wilayah Malut dalam kondisi Pandemi Covid-19,”katanya.

Dikatankan, kondisi saat ini gubernur sudah harus mengambil kebijakan tegas terhadap TKA yang berada di perusahan baik itu di PT. IWIP Halteng dan PT Harita Grup di Obi Kawasi.

Menurut Alfajri, biasanya TKA yang masa kontrak kerja berakhir dan dipulangkan, akan ada pengganti mereka dari China juga. Untuk itu, IMM berharap Gubernur memastikan jangan lagi ada TKA China yang masuk lagi.

Alfajri meminta pemerintah mengutamakan rakyat, terutama para pekerja yang mengalami PHK. Alfajri menilai saat ini banyak masyarakat dalam kondisi sulit hingga menganggur.

“Pemerintah harus mengutamakan rakyatnya sendiri yang hari ini kena PHK. Jangan memPHK rakyat, tapi justru memasukan tenaga kerja dari China. Ini tidak adil dan tidak bisa diterima oleh akal sehat,” ujarnya.

Alfajri juga meminta Pemda Malut, untuk tidak berkompromi dengan kondisi saat ini dan jangan terlalu berfikir investasi ketimpang kepentingan kesehatan masyarakat.

“Jangan kita jadi jongos bangsa asing, ini tanah tumpah darah kita, ini kedaulatan kita, jangan ada negara lain memerintah kita seenaknya saja,”tegas Ketum DPD IMM Malut. (red)

Bagikan

Komentar

News Feed