oleh

Lima Kabupaten di Maluku Utara Belum Terima BLT Kemensos

TERNATE,MSC-Bantuan Langsung Tunai (BLT) dari Kementerian Sosial RI (Kemensos RI) akan disalurkan di Maluku Utara dengan jumlah kuota tersedia 40.000 kepala keluarga (kk) di Provinsi Maluku Utara.

Namun hingga kini masih dilakukan rerivikasi oleh kemensos dari data yang masuk kabupaten dan kota ke Kemensos, dan baru akan tersalur sebanyak 24.523 kk terdampak Covid-19.

Di provinsi Maluku Utara baru terdapat empat kabuapaten dan kota yakni, Tidore Kepulauan, Kota Ternate, Halmahera Barat, Kabupaten Pulau Taliabu dan Kabupaten Kepulauan Sula.

Pelaksana Tugas (Plt) Kepala Dinas Sosial Provinsi Maluku Utara, Andrias Thomas menuturkan, terdapat 5 kabupaten yang belum menerima BLT dari Kemensos dikarenakan belum selesai penginputan data dari Pemda Kabupaten ke Kemensos.

Dia mengatakan, dari kuota 40.000 KK yang ditentukan langsung Kemensos yang baru diterima di Maluku Utara sebanyak 24.523 KK, sedangkan sisanya kurang lebih 15.000 masih menunggu selesainya ferivikasi data Kemensos.

“Mekanismenya Kemensoso tentukan kuota per kabupaten dan kota, selanjutnya pemda masing-masing menginput data ke pusat dan pusat melakukan ferivikasi kemudian turunlah BLT melalui PT.Posn dan sejumlah Bank yang telah ditentukan pusat,”katanya.

Andrias mengatakan, terdapat 5 kabupaten yang belum menerima yakni, Halut, Halteng, Haltim, Morotai dan Halsel. Akan tetapi kata dia, dalam sehari dua sudah akan dicairkan karena batas waktu yang diberikan Kemensos hingga tanggal 13 Mei 2020.

Andrias Thomas juga menjelaskan, penerima BLT per bulan Rp600 ribu per kepala keluarga yang dibayarkan selama tiga bulan. Bagi penerima BLT adalah mereka yang belum menerima bantuan Kemensos lainnya seperti BKH dan Bansos keluarga miskin terdampak Covid-19.

“Jadi kalau ada yang terima double, berarti itu kesalahan pemda kabupaten dan kota yang melakukan input data,”katanya.

Terhadap letak geogravis Maluku Utara yang akan mempersulit masyarakat penerima, Andrias mengatakan, di PT.Pos Indoensia ada dua sistim pembayaran.

“Dimana masyarakat penerima bantuan datang mengabilnya di kantor Pos dan kantor Pos yang mengantar langsung ke warga penerima BLT,”kata Andrias Thomas. (red)

Bagikan

Komentar

News Feed