oleh

Warga Asal Sulut Diberangkatkan, Gorontalo Tetap Bertahan di Pelabuhan Ternate

TERNATE,MSC-Sebanyak 57 orang asal warga Sulawesi Utara (Sulut) diberangkatkan dengan menggunakan KM Permata Obi, Senin (11/5/2020) malam. Mereka yang diijinkan berangkat tersebut karena memikiki KTP Sulut, dan telah mendapat jaminan dari Pemda Provinsi Sulut.

Sementara 30 warga Provinsi Gorontalo tidak dapat diberangkatkan karena belum ada jaminan dari Pemda Provinsi Gorontalo. Mereka kini memilh untuk bertahan di terminal penumpang pelabuhan Ahmad Yani Ternate.

Awalnya mereka seluruhnya berjumlah 72 orang, hanya saja pada Senin (11/5/2020) bertambah sebanyak 12 orang asal Sulut. Tetapi mereka tidak diberangkatkan karena belum melakukan Rapid Test serta tidak memiliki dokumen jelas.

Sebelum penumpang naik ke kapal petugas KKP dan PMI melakukan tes suhu badan

Pemantauan malutsatu.com di pelabuhan Ahmad Yani, warga ber-KTP Sulut yang diberangkatkan karena telah ada jaminan dari Pemda Sulut, sedangkan warga ber-KTP belum diebrangkatkan karena belum ada jaminan Pemda Provinsi Gorontalo.

Sejumah petugas baik dari KSOP maupun pihak Gugus Tugas Kota Ternate tidak akan mempersilahkan warga asal Gorontalo naik ke kapal sebelum ada jaminan tertulis dari Pemda Gorontalo.

Alasannya, Provinsi Gorontalo diberlakukan PSBB sehingga tidak diijinkan orang dari luar daerah untuk masuk ke Gorontalo saat ini. Sebab pemberlakuan PSBB aka nada sangsi hukum jika ada yang melanggarnya.

“Di sana (Gorontalo) diberlakukan PSBB, jadi jangan sampai petugas di Ternate yang mendapat komplen bahkan proses hukum,”kata Wakapolres Ternate, Kompol Jufri Dukomalamo yang menyaksikan langsung proses keberangkatan penumpang KM Obi Permai di pelabuhan Ahmad Yani Ternate.

Bahkan saat otoritas pelabuhan Ternate berkonsultasi langsung melalui seluler dengan pihak Pemda Sulut, secara tegas Pemda Sulut tidak berani memberikan jaminan warga Gorontalo masuk Sulut, sebab alasannya juga karena Gorontalo memberlakukan PSBB.

Jika warga asal Gorontalo masuk di Sulut dan tidak ada jaminan dari Pemda Gorontalo, maka akan menjadi masalah baru karena warga Gorontalo akan terlantar di Bitung saat kapal tiba di Bitung Sulut. (red)

Bagikan

Komentar

News Feed