oleh

Maluku Utara Belum Masuk Puncak Pandemi Covid-19

TERNATE,MSC-Ketua Wilayah Ikatan Dokter Indonesia (IDI) Provinsi Maluku Utara, dr.Alwia Assagaf menuturkan jumlah perkembangan kasus covid-19 di Maluku Utara belum memasuki puncak pandemi.

Hal itu kata Alwia Assagaf jika dilihat dari kondisi saat ini sebagaimana hasil analisanya tentang Model Pandemi Covid19 Di Maluku Utara, Prof Ridwan Amiruddin, Guru Besar Epidemologi Universitas  Hasanuddin, Makassar.

“Kendati jika dilihat perkembangan kasus di Maluku Utara belum masuk pada puncak pandemic, sebagaimana hasil analisa Prof Ridwan Amiruddin, Guru Besar Epidemologi Universitas  Hasanuddin,”kata Alwia Assagaf.

Oleh karena itu Alwia berharap agar masyarakat patuhi anjuran pemerintah menerapkan protokuler kesehatan, seperti hindari kerumunan, jaga jarak, stay at home dan lainnya.

Alwia Assagaf juga merinci perkembangan situasi penanggulangan covid-19 berdasarkan hasil pengolahan data di pusat data dan informasi gugus tugas covid-19 maluku utara, yang diperoleh dari dinas kesehatan kabupaten/kota, dan KKP kelas III Ternate terdapat jumlah otg (orang tanpa gejala) sebanyak 540 orang, jumlah odp (orang dalam pemantauan) sebanyak 127 orang dan jumlah pdp (pasien dalam pengawasan) sebanyak 12 orang.

“Masih ratusan orang yang dilakukan karatina di kabupaten dan kota di Maluku Utara, dan saat ini yang terkonfirmasi positif sebanyak 88 orang, dan 4 orang meninggal dunia serta 12 orang sembuh,”katanya.

Sementara untuk pemeriksaan rapid test sampai dengan Sabtu (16/5/2020) telah dilaksanakan pemeriksaan kepada 3.422 orang, dan didapatkan hasil 173 orang reaktif yaitu 74 otg, 44 odp, 7 pdp serta 48 orang pelaku perjalanan dari daerah terjangkit. Sedangkan 3.249 orang dengan hasil rapid test non reaktif.

Seperti diberitakan sebelumnya, analisa Prof Ridwan Amiruddin, Guru Besar Epidemologi Universitas  Hasanuddin menyebutkan, pada pertengahan bulan Juni atau sekitar 17 Juni 2020 nanti, diperkirakan jumlah pasien corona di Maluku Utara mencapai 574 orang, yang merupakan puncak pandemic coronavirus (Covid-19).

“Jika puncak pandemik terjadi nanti maka jumlah kasusnya mencapai 574, Untuk penanganannya  butuh ICU dengan tempat tidur sebanyak 220 dan Ventilator sebanyak 162 buah. Selain itu wajib hukumnya APD bagi seluruh petugas di RS dan PKM,”katanya.

Untuk itu sebagai persiapan awal menuju puncak pandemi Prof Ridwan menyarankan agar Rumah Sakit (RS) rujukan harus menyiapkan 83- 100 bed, ICU sebanyak 24 bed dan 16 ventilator untuk kasus baru.

Dia mengatakan, masalahnya adalah jumlah kasus yang dihitung ini belum seluruhnya terdeteksi, hal ini dikarenakan kita masih dalam proses menunggu laporan kasus. Bukan secara aktif dan masif melakukan tracking, rapid test ataupun PCR dengan sasaran populasi rentan, jumlah terinfeksi maupun kelompok yang sembuh.

“Jika mitigasi berupa pengetatan kontak sosial (hindari kerumunan, jaga jarak, stay at home dll) bisa didorong hingga mencapai 30 persen, maka akan memperlebar waktu kasus berlipat dari 3, 65 hari menjadi 6,6 hari. Dengan demikian pertumbuhan kasus turun menjadi 11 persen,”katanya.

Menurut Prof. Ridwan puncak pandemi Maluku Utara masih bisa dihindari, karena Malut baru berada di fase awal. Caranya adalah dengan meningkatkan cakupan mitigasi berupa social distancing dan physical distancing, stay at home dan cuci tangan di atas 30 persen dari populasi untuk melandaikan curva pandemik.

Selain itu kata Ridwan Amiruddin, untuk menghentikan penularan kasus baru dengan memberi perlindungan pada kelompok rentan (bayi, anak-anak dan manula), mempercepat penyembuhan, melaksanakan intervensi skala menengah, karantina pulau, serta screning masif untuk memutus rantai penularan.

Untuk itu, kata Prof Ridwan dalam menghadapi wabah seperti ini, ujung tombak kesehatan masyarakat ada pada aspek pencegahan. Siapa yang mencegah? Masyarakat sebagai garda terdepan Karena itu kolaborasi kerjasama yang melibatkan masyarakat, organisasi profesi, LSM dan potensi lainnya wajib dilakukan jika ingin Malut bebas dari ancaman corona. (red)

Bagikan

Komentar

News Feed