oleh

MENGENAL MALAM Al-QADAR

Oleh: Fahrul Abd Muid

Lailat al-qadri artinya malam penetapan, malam pengaturan, malam kemuliaan dan malam kesempitan. Disebut malam penetapan karena pada malam itu Allah Swt telah menetapkan perjalanan hidup makhluk-Nya selama setahun perihal jatah rezekinya, siapa jodohnya dan kapan kematiannya. Karena ketiga hal tersebut adalah Sirrullah atau disebut Rahasia Allah atas umat manusia, baik yang beriman maupun yang tidak beriman.

Disebut malam pengaturan, karena pada malam itu Allah Swt telah mengatur khittah atau strategi dakwah Nabi Muhammad Saw guna mengajak umat manusia kepada kebajikan. Hal ini benar-benar dialami oleh Nabi Saw selama hidupnya. Maka hasil dakwah Nabi Saw sangat luar biasa bagi lajunya perkembangan dan kemajuan ajaran Islam dapat diterima oleh uma manusia di santero dunia bahkan sampai saat ini yang kita rasakan kebajikan ajaran Islam yang disampaikan oleh Nabi Muhammad Saw sejak 14 abad yang silam.

Oleh karena itu, kita tidak boleh melupakan jasa-jasa Nabi Muhammad Saw. Jika bangsa Indonesia akan terbebas dari Pandemi Virus-19, maka sangat ditentukan oleh malam yang sangat hebat ini. Disebut malam kemuliaan karena pada malam itu benar-benar Allah Swt telah menurunkan ayat-ayat Al-Qur’an dari langit dunia kepada Nabi Muhammad Saw secara berangsur-angsur dalam kurun waktu 22 tahun 2 bulan 22 hari atau jika dibulatkan menjadi 23 tahun baik pada periode Makkah maupun Madinah.

Ada juga yang memahami malam kemuliaan tersebut merupakan malam yang sangat luar biasa mulianya bahkan jauh lebih mulia dari seribu bulan karena berkaitan dengan masalah nilai ibadah umat Nabi Muhammad Saw. Dalam arti bahwa melaksanakan ibadah pada malam tersebut memiliki nilai tambah berupa kemuliaan dan ganjaran tersendiri, berbeda dengan melaksanakan ibadah pada malam-malam yang lain.

Bahwa orang-orang yang tadinya tidak memiliki kedudukan yang tinggi, akan mendapatkan kemuliaan, apabila pada malam tersebut, mereka dengan khusyu’ tunduk kepada Allah, bertaubat dengan menyadari dosa-dosanya serta bertekad untuk tidak mengulanginya lagi yaitu melaksanakan taubatunnasuha. Maka dampaknya ia akan menjadi manusia yang beruntung dan berkualitas dalam kehidupannya. Disebut dengan malam sempit karena pada malam itu, Malaikat banyak yang turun sehingga bumi menjadi penuh sesak bagaikan sempit.

Para Malaikat diutus oleh Allah Swt untuk memberikan rasa aman, damai serta bahagia kepada mereka yang telah menyiapkan dirinya sejak malam pertama ramadhan sampai dengan malam yang sangat mulia itu. Karena tidak semua orang akan ditemui oleh malam yang sangat mulia tersebut. Jika dirimu telah mengalami perubahan yang lebih baik dari sebelumnya berarti dirimu telah ditemui oleh malam al-qadar. Sebaliknya, jika dirimu tidak mengalami perubahan sama sekali ke arah yang lebih baik dari sebelumnya berarti dirimu gagal ditemui oleh malam al-qadar. Wallahu ‘Alam Bis Shawab.

Bagikan

Komentar

News Feed