oleh

MEMAHAMI SEPUTAR TURUNNYA AL-QUR’AN

Oleh: Fahrul Abd Muid *)-

Nuzul al-Qur’an yang dapat diterjemahkan secara harfiah dengan turunnya al-Qur’an. Konotasi turun itu adalah turun dari atas ke bawah, yaitu turun dari ketinggian menuju tempat yang rendah atau kekerendahan, bukan sebaliknya. Jadi al-Qur’an itu diturunkan dari ketinggian atau tempat yang tinggi menuju ke tempat yang rendah yang merupakan kalam Allah Swt atau firman-firman Allah Swt yang diturunkan melalui Malaikat Jibril untuk disampaikan kedalam dada Nabi Muhammad Saw, sehingga Nabi Saw secara langsung dapat menghafal al-Qur’an dan mengetahui secara persis maksud dan tujuan ayat-ayat al-Qur’an yang diturunkan itu. Oleh karena itu, harus kita pahami bahwa ungkapan Allah Swt menurunkan al-Qur’an kepada Nabi Saw, yaitu bahwa Allah Swt telah memberitahukan atau al-I’lam ayat-ayat al-Qur’an ke dalam dada Nabi Muhammad Saw.

Berdasarkan peraturan yang ditetapkan oleh beberapa Ulama Ulumul Qur’an tentang al-Qur’an yang diturunkan kepada Nabi Muhammad Saw, mereka menetapkan melalui tiga tahapan. Pertama, al-Qur’an diturunkan ke Lauh Mahfudh. Kedua, al-Qur’an diturunkan dari Lauh Mahfudh ke Bait al-‘Izzah,  suatu tempat di langit yang paling dekat dengan bumi. Pada tahap keduanya ini al-Qur’an diturunkan secara sekaligus ke langit terdekat dengan bumi ini pada malam al- qadr. Ketiga, setelah itu al-Qur’an diturunkan secara berangsur-angsur kepada Nabi Muhammad Saw selama 22 tahun 2 bulan 22 hari.

Tentang penetapan tanggal berapakah al-Qur’an diturunkan. Memang terjadi perbedaan pendapat dikalangan para pakar sejarah Islam, salah satu pendapat yang mengatakan bahwa al-Qur’an petama kali diturunkan kepada Nabi Saw pada  tanggal, 17 Ramadhan dengan argumentasi pada QS. al-anfal ayat 41. Menurunkan kepada Hamba kami (Nabi Muhammad Saw) pada hari furqan hari bertemunya dua pasukan. Hal ini dipahami pada peristiwa terjadinya perang Badar antara kaum Muslim versus kaum Musyirikan pada hari jumat tanggal 17 Ramadhan tahun 2 Hijriyyah. Sehingga peristiwa ini dihubungkan dengan penetapan turunnya al-Qur’an pada tanggal 17 Ramadhan oleh Ibn Ishaq seorang Ulama pakar sejarah Islam.

Analisis argumen Ibn Ishaq ini tentang al-Qur’an diturunkan pada 17 Ramadhan lalu bekembang di Indonesia melalui Muhammad al-Khudhori dalam kitabnya yang berjudul Tarikh al-Tasyri’ al-Islami. Kitab tersebut banyak diajarkan di seluruh pondok pesantren dan perguruan tinggi agama Islam di Indonesia dan nyaris tidak pernah ada kritik sama sekali atas pendapat Ibnu Ishaq. Akibatnya pendapat Ibnu Ishaq yang mengatakan bahwa al-Qur’an pertama kali diturunkan kepada Nabi Muhammad Saw pada tanggal 17 Ramadhan telah melembaga di Indonesia.

Karena pendapat Ibnu Ishaq tersebut di atas tidak dapat dirajihkan atau diunggulkan secara ilmiah, maka harus dicari pendapat yang rajih atau unggul dalam musykilah/masalah ini. Maka lahirlah pendapat yang menyebutkan bahwa al-Qur’an pertama kali diturunkan kepada Nabi Muhammad Saw bukan pada tanggal 17 Ramadhan, melainkan jatuh pada tanggal 24 Ramadhan. Pendapat ini berdasarkan tiga argumentasi kuat/rajih yang memberikan dukungan.

Pertama, berdasarkan¬† Hadis dari Wastilah bin al-Asqa yang diriwayatkan oleh Imam Ahmad bin Hanbal, Nabi Saw bersabda: “Lembaran-lembaran atau Shuhuf Ibrahim diturunkan pada hari pertama bulan Ramadhan, Kitab Taurat diturunkan pada hari keenam bulan Ramadhan, Kitab Injil diturunkan pada hari ketiga belas bulan Ramadhan. Sedangkan kitab suci al-Qur’an diturunkan pertama kali pada hari kedua puluh empat bulan Ramadhan. Kedua, Hadis dari Jabir bin Abdullah yang diriwayatkan oleh Imam Ibnu Mardawih, dimana Nabi Saw bersabda seperti yang diriwayatkan oleh Imam Ahmad bin Hanbal. Ketiga, Hadis dari Watsilah bin al-Asqa yang diriwayatkan oleh Imam al-Baihaqi dimana Nabi Saw bersabda sama seperti di atas.

Dengan demikian, jika dikomparatifkan atau dibandingkan ketiga pendapat tersebut dengan pendapatnya Ibnu Ishaq, maka kelihatannya ketiga pendapat di atas dapat mengungguli pendapatnya Ibnu Ishaq. Karena Ibnu Ishak hanya seorang diri atau dengan kata lain 1 lawan 3. Jadi secara umum hadis-hadis tersebut di atas dapat dipakai sebagai argumentasi yang uggul untuk¬† menetapkan bahwa al-Qur’an pertama kali diturunkan kepada Nabi Muhammad Saw jatuh pada tanggal 24 Ramadhan. Demikian tulisan singkat ini, semoga bermanfaat. Wallahu ‘Alam Bish Shawab. (faham).

Bagikan

Komentar

News Feed