oleh

Relaksasi di Ternate, Warga Masih Lalai Protokol Kesehatan

TERNATE,MSC-Empat hari sudah pemberlakuan relaksasi di kota Ternate nampaknya warga masih mengabaikan prtotokol kesehatan. Banyak warga yang masih terlihat tidak menggunakan masker, bahkan hampir di setiap kelurahan warga yang berada di luar rumah tidak menggunakan masker.

Warga menggunakan masker ketika berpergian berbelanja di swalayan atau mall termasuk ke pasar rakyat. Amatan malustsatu.com tak semua pengendara roda dua menggunakan masker. Di sejumlah tempat perbelanjaan terlihat ada tempat cuci tangan apalagi perkantoran.

Sementara jumlah kasus positif Covid-19 di Kota Ternate, dalam empat hari terakhitr terus bertambah, bahkan hingga Sabtu (13/6/2020) hari ini sudah menembus angka 178 kasus positif Covid-19.

Pengolahan data di pusat data dan informasi Gugus Tugas Covid-19 Maluku Utara, yang diperoleh dari dinas kesehatan kabupaten/kota, dan KKP Kelas III Ternate, menyebutkan pada tanggal 10 Juni, Kota Ternate mengalami penambahan kasus Covid-19 sebanyak 11 dan empat pasien dinyatakan sembuh, tanggal 11 Juni sebanyak 15 kasus.

Sementara di tanggal 12 Juni sebanyak 22 kasus, dimana 2 pasein meninggal dunia dan, Sabtu (13/6/2020) hari ini mengalami penambahan 14 kasus. Sehingga jumlah kasus dalam 4 hari terakhir di Kota Ternate berjumlah 62 kasus, empat sembuh serta 2 orang meninggal dunia.

Sehingga ditotalkan menjadi 178 kasus positif Covid-19 di Kota Ternate, 21 sembuh dan 12 meninggal dunia. “Hari ini kasus Covid-19 di Maluku Utara bertambaha 17 kasus, dimana 14 kasus dari Kota Ternate,”kata Juru Bicara Gugus Tugas Covid-19 Provinsi Malut, dr. Alwia Assagaf dalam rilies yang diterima wartawan, Sabtu (11/6/2020).

Menurut dr Alwia Assagaf, melihat tren peningkatan kasus konfirmasi positif di Maluku Utara, maka tidak bisa tidak, kita harus melakukan adaptasi kebiasaan baru menuju masyarakat produktif dan aman covid19.

“kami menghimbau masyarakat Maluku Utara agar tetap menjalankan protokol pencegahan covid-19 secara ketat di setiap kegiatan yang dijalankan,”sebut dr Alwia Assagaf. (red)

Bagikan

Komentar

News Feed