oleh

Masih Rendah Angka Kesembuhan Covid-19 di Maluku Utara

TERNATE,MSC-Temuan kasus positif corona Covid-19 di Provinsi Maluku Utara terus meningkat. Dan kasus penularan di masyarakat jika dilihat dari data indicator dapat disimpulkan bahwa penularan covid-19 masih cukup tinggi di masyarakat.

Data per Kamis (18/6/2020) ini kasus positif menjadi 343. Korban meninggal sebanyak 22 jiwa, dan 49 orang berhasil pulih atau sembuh. Lalu, mengapa angka kesembuhan di Maluku Utara terkesan sangat lambat?

Jika dihitung dari total temuan kasus, kesembuhan di Maluku Utara dimana angka kesembuhan atau Case Recovery Rate (CRR) Provinsi Malut capaiannya 14,2 persen. Artinya 14-15 orang diantara 100 orang kasus positif yang sembuh, kalau secara nasional cukup tinggi 39,2 persen.

“Angka kesembuhan kita masih cukup rendah, dimana kalau angka kesembuhan ini tergantung daya tahan tubuh dan respon pengobatan pasien. Namun kita berharap di Maluku Utara bisa naik,”ungkap juru bicara Gugus Tugas Provinsi Maluku Utara, dr Alwia Assagaf dalam konferensi pers di Media Center posko Sahid Hotel, Kamis (18/6/2020).

Dia juga menyampaikan, capaian indikator pandemi Covid-19 di Provinsi Maluku Utara, antara lain, AR (attack rate) 27.3/100.000 per penduduk, jika dibadingkan dengan skala nasional 15.5 persen, dimana diantara 100.000 penduduk terdapat 27-28 kasus positif CFR (Case Fatality Rate) 6.4 persen dan skala nasional  5.5 persen.

Sementara untuk angka kematian di Maluku Utara, kata dr Alwia Assagaf masih cukup tinggi CRR (Case Recovery Rate) 14.2 persen dari skala nasional 39.2 persen.

Menurut Alwia, Attacck Rate (AR) untuk Provinsi Malut diperoleh nilai 27,3 per 100 ribu penduduk. Artinya, diantara 100 ribu penduduk terdapat 27 sampai 28 kasus positif, capaian ini masih di bawah kasus nasional yaitu 15,5 per 100 ribu penduduk.

Untuk Case Fatality Rate (CFR), yaitu angka kematian di Provinsi Maluku Utara berada pada angka 6,4 persen. Artinya, ada 5 sampai 6 orang meninggal diantara 100 kasus positif. Sedangkan untuk capaian nasional 5,5 persen. “Kita masih berada di atas capaian nasional,”kata dr Alwia Assagaf.

Sedangkan untuk Positive Rate (PR) atau kasus konfirmasi positif dii provinsi Malut capaian 69,2 persen. Artinya ada 69 sampai 70 orang diantara 100 orang yang diperiksa terkonfirmasi positif. Dan untuk Nasional ini sangat rendah yakni 11,9 persen.

Ketua IDI Maluku Utara ini mengatakan, memang saat ini Positive Rate di Malut karena jumlah pemeriksaan laboratorium juga tidak terlalu banyak sebab belum melakukan pemeriksaan massal.

Sehingga capaian yang positif cukup banyak diantara yang diperiksa termasuk melihat waktu tunggu yang cukup lama. “Kita berharap angka Positive Rate ini tidak terlalu tinggi, karena diantara 100 yang diperiksa swab ada 69-70 persen yang positif,” katanya.

Sedangkan untuk Reproduksi Efektif (RF) di provinsi Maluku Utara nilainya 1,51 persen, harusnya capaian di bawah 1 persen, namun di Maluku Utara berada di atas 1 persen. Artinya transmisi loka per hari masih cukup tinggi. (red)

Bagikan

Komentar

News Feed