oleh

KPU Maluku Utara Akan Pastikan Status Pemilih di Enam Desa

TERNATE,MSC-Komisi Pemilihan Umum (KPU) RI telah menetapkan tahapan penyelenggaraan Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada) serentak 2020 di era pandemi Virus Corona. Sejumlah protokol kesehatan pun akan diterapkan pada tahapan-tahapan pilkada.

Keputusan itu diberlakukan seiring dengan dikeluarkannya Peraturan KPU (PKPU) Nomor 5 Tahun 2020 mengenai perubahan ketiga atas Peraturan Komisi Pemilihan Umum Nomor 15 Tahun 2019 tentang Tahapan, Program, dan Jadwal Pilkada Tahun 2020.

Termasuk tahapan pendataan pemilih yang dijadwalkan pada 15 Juli sampai 14 Agustus 2020. “KPU akan melaksanakan Coklit sesuai jadwal yang teah ditetapkan itu, termasuk pendataan pemilih di enam desa,”kata anggota KPU Provinsi Maluku Utara, H. Buchari Mahmud kepada wartawan usai pertemuan di kantor Bawaslu Malut, Jumat kemarin.

Buchari mengatakan, enam desa dibawah wilayah Kecamatan Kao Teluk, akan tetapi dengan Permendagri nomor 60 tahun 2019 maka ada wilayah yang dibagi berdasarkan irisan di desa-desa tersebut.

Untuk itu lanjut Buchari KPU akan bentuk PPS pada desa Bangkit Rahmat dan Dodinga, nanti warga empat desa yang dipecah masuk wilayah Halbar itu kurang lebih 10 TPS yang nantinya dibangun TPS.

“TPS yang dibangun tidak serta merta melakt di desa induk, tetapi desa yang dilihat berdekatan dengan pemilih. Intinya TPS dibangun berdekatan dengan pemilih,”kata Buchari.

Untuk pelaksaan coklit data pemilih, KPU akan berkoordinasi dengan Bawaslu, Pemda Halut dan Pemda Halbar agar dalam pelaksanaannya tidak mendapat kendala terutama petugas coklit di lapangan.

Tapi sampai saat ini KPU Provinsi belum mengetahui soal warga, karena ada warga Halut berKTP Halut tetapi berada di desa yang masuk Halbar, sebaliknya begitu ada warga Halbar ber-KTP Halbar tetapi berdomisili di wilayah Halut.

“Nah itulah yang butuh koordinasi dan pengertian agar pelaksanaan Coklit tidak mengalami kendala sehingga berjalansesuai dengan jadwal,”sebut Buchari (red).

Bagikan

Komentar

News Feed