oleh

5.000 Pekerja Pariwisata dan Ekonomi Kreatif di Malut Terkena Dampak Covid-19

TERNATE,MSC-Selama pandemi virus corona (Covid-19), dunia usaha di sektor pariwisata mengalami pelemahan, hingga berdampak pada banyak hal. Salah satunya tenaga kerja yang dirumahkan (unpaid leave), bahkan hingga PHK.

Sekretaris Daerah Provinsi (Sekprov) Maluku Utara, Samsuddin Abdul Kadir menegaskan, sektor pariwisata paling sangat terasa dampak ekonomi sejak pandemic Covid-19 mewabah di Indonesia termasuk Maluku Utara.

Menurut Samsuddin Abdul Kadir, saat ini di Maluku Utara hampir 5.000 pekerja Sektor Pariwisata dan Ekonomi Kreatif terkena dampak pandemic Covid-19. Untuk itu kata Samsuddin pemda Malut terus berupaya untuk merancang pembenahan dan pemulihan industri kreatif dan pariwisata.

“Industri Pariwisata dan ekonomi kreatif menjadi salah satu sektor paling terdampak wabah corona (Covid-19), banyak hotel sepih begitu juga objek wisata tak lagi dapat kunjungan,”kata Samsuddin Abdul Kadir ketika menghadiri pemberian bantuan kepada pekerja sektor pariwisata dan ekonomi kreatif di Maluku Utara, di Media Center Posko Covid-19 Sahid Hotel, Minggu (27/6/2020).

Penandatanganan berita acara peneyerahan bantuan dari Kemenparekraf kepada Dinas Pariwisata Maluku Utara

Oleh karena itu, dengan adanya bantuan paket bahan pokok lauk pauk siap saji (Balasa) dari Kementerian Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif (Kemenparekraf) adalah bentuk kehadiran pemerintah dalam ikut membangun perekenomian masyarakat.

Pemda Malut kata Samsuddin sebelumnya telah memberikan bantuan bagi pekerja pada sektor tersebut, akan tetapi masih belum menyentuh seluruhnya. Termasuk jumlahnya mungkin dirasakan nilainya belum terlalu besar, akan tetapi dapat membantu.

“Sebelumnya kita sudah membantu sebagian, dan saat ini melalui bantuan Kemenparekraf bagi 3.700 pekerja. Berarti masih tersisa 600 lagi nantinya akan kita bantu biar tidak ada yang tertinggal,”sebut Samsuddin.

Sementara itu Plt Kepala Dinas Pariwisata Provinsi Maluku Utara, Tahmid Wahab menjelaskan, bantuan paket yang diberikan dari Kemenparekraf sebanyak 3.607 paket dalam bentuk bahan lauk pauk siap saji.

“Bantuan tersebut langsung disalurkan ke masing-masing Dinas Pariwisata kabupaten dan kota untuk diteruskan ke mereka yang berhak menerimanya,”kata Tahmid Wahab. (red)

Bagikan

Komentar

News Feed