oleh

DKP Malut Minta DKP Sulut Lakukan Pembinaan Kepada Pemilik Kapal

TERNATE,MSC-Seiring dengan penangkapan kapal jaring asal Sulawesi Utara (Sulut) yang melakukan penangkapan ikan di laut Maluku Utara, Dinas Kelautan dan Perikanan Provinsi Maluku Utara (DKP) meminta DKP Sulut melakukan pembinaan kepada pemilik kapal-kapal jarring.

“Dengan adanya pembinaan diharapkan tidak lagi mengulangi pelanggaran serupa dan adanya kesadaran untuk tidak melanggar wilayah penangkapan yang telah ditentukan,”kata Kepala Dinas Kelautan dan Perikanan (DKP) Malut, Buyung Radjiloen kepada wartawan, Senin (29/6/2020).

Disamping itu kata Buyung, dalam dokumen SIPI yang temukan juga terdapat penempatan ijin yang tidak sesuai, dimana dalam SIPI dicantumkan wilayah penangkapan yang masuk perairan Maluku Utara padahal semestinya merupakan wilayah yang dilarang karena bukan menjadi kewenangan Pemprov Sulut.

“Karena itu kami sudah mintakan kepada Pemprov Sulut untuk melakukan perubahan dan penyesuaian lokasi penangkapan ini. Secara resmi kami akan membuat surat kepada Pemprov Sulut untuk penyesuaian lokasi penangkapan pada SIPI yang dikeluarkan oleh Pemrov Sulut,”ujarnya

Kemungkinan besar, berdasarkan surat itu juga yang menjadi satu alasan kenapa kapal-kapal jaring ini sampai masuk ke parairan Maluku Utara. Oleh karena itu Buyung berharap Pemrov Sulut dapat bekerja sama untuk melihat hal ini.

“Upaya pembinaan akan kami ke depankan karena sesuai Instruksi Menteri Kelautan dan Perikanan agar daerah lebih mengedepankan pembinaan terhadap pelanggaran yang dilakukan oleh nelayan terutama pada saat masa pandemi Covid-19 yang saat ini masih melanda seluruh wilayah Indonesia,”imbuhnya.

Upaya ini juga lanjut Buyung Radjiloen perlu dilakukan dalam rangka peningkatan produktivitas usaha penangkapan ikan yang sangat berdampak akibat pandemi Covid-19, yang juga sangat drasakan dampak bagi kalangan nelayan.

Tak sampai disitu, sebagai tindak lanjut dari hasil operasi pengawasan yang dilakukan, selanjutnya DKP Malut akan memanggil Camat Loloda Kepulauan dan juga beberapa Kepala Desa sehubungan dengan informasi adanya kerja sama pemanfaatan rumpon antara pemilik rumpon dan kapal-kapal jaring asal Sulut ini.

“Kami akan lakukan penertiban dan memberdayakan pemanfaatan rumpon ini untuk aktifitas penangkapan kapal milik nelayan Maluku Utara. Jadi kami harapkan ke depan area penangkapan harus di manfaatkan oleh nelayan asal Maluku Utara dan tidak lagi di manfaatkan oleh kapal-kapal jaring asal Sulut ini,”tegasnya

Menurutnya, perlu kerja sama juga dengan pemerintahan setempat yaitu camat dan kepala desa untuk bersama-sama mendorong pemanfaatan Sumber Daya Ikan yang ada untuk kepentingan daerah. Ia mengaku Maluku Utara sangat dirugikan dengan adanya aktifitas penangkapan kapal-kapal jaring ini karena itu harus di tertibkan dan di tata kembali.

Rencananya wilayah perairan Pulau Dama ini akan kami kembangkan sebagai daerah penangkapan (fishing ground) Kapal-Kapal Cakalang (pole and line) dan kapal jaring pajeko (mini purse seine) milik nelayan Maluku Utara.

Operasi pengawasan yang di gelar DKP Provinsi Maluku Utara ini menindaklanjuti laporan masyarakat terhadap maraknya aktifitas kapal-kapal jaring yang beroperasi di sekitar perairan Loloda. Untuk mengelabui operasi illegal kapal jaring ini, pihak DKP sengaja menggunakan kapal khusus mancing agar tidak nampak adanya operasi pengawasan.

Strategi ini berhasil karena begitu didekati kapal-kapal tersebut berhasil ditangkap dan kemudian dilakukan pemeriksaan. Operasi pengawasan dilakukan selama 3 (tiga) hari yaitu dari tanggal 26 s/d 28 Juni 2020 dengan sasaran target operasi meliputi perairan Kahatola Kabupaten Halmahera Barat sampai perairan Pulau Dama Kabupaten Halmahera Utara.

“Operasi pengawasan perairan Maluku Utara akan tetap dilakukan meski dalam situasi pandemi Covid-19 di Maluku Utara yang terus meningkat. Kami juga akan berkoordinasi dengan pihak penegak hukum seperti TNI-AL, Polairud Polda Malut dan juga Stasiun Pengawasan SDKP Ambon untuk terus meningkatkan operasi pengawasan di perairan Maluku Utara,”tutup Buyung (red)

Bagikan

Komentar

News Feed