oleh

Apa Kata Manajemen RS Darma Ibu Soal Dokter dan Perawat Positif Covid-19

TERNATE,MSC-Pemberitaan dokter dan perawat serta sejumlah pegawai Rumah Sakit Umum Darma Ibu Ternate terpapar Covid-19 mendapat tanggapan dr Sutomo selaku direktur utama (Dirut) dan Ketua Yayasan RSU Dharma Ibu Ternatem Sr Cristella Batbual DSY.

“Pertama yang kami klarifikasi pemberitaaan yang menyatakan bahwa kami isolasi tetapi kami masih suru kerja dan tidak di kasih vitamin itu tidak benar,” kata Direktur RSU Dharma Ibu Ternate,  dr Sutomo kepada sejumlah wartawan, Senin (29/06/2020).

Kendati data yang telah dikantongi wartawan dari 9 yang positif Covid-19, yakni, juru masak inisial YT, rapid test pada 27 Mei dengan hasil rekatif. Kemudian dilanjutkan dengan swab test pada 10 Juni dengan hasil positif.

Sementara dokter inisial AIM, hasil rapid test reaktif, dilanjutkan dengan swab test pada 10 Juni, dengan hasil positif. Dokter inisial SNM, hasil rapid test reaktif pada 28 Mei, dilanjutkan dengan swab test pada 13 Juni dengan hasil positif Covid-19.

Perawat inisial LS, reaktif rapid test pada 27 Mei, kemudian dilakukan swab test pada 26 Juni dengan hasil positif. Selanjutnya, perawat inisial S, hasil rapid test hasilnya reaktif pada 30 Mei, dilanjutkan swab test pada 25 Juni dengan hasil positif. Perawat inisial IA, hasilnya reaktif rapid test pada 27 Juni, kemudian dilakukan swab test pada 25 Juni dengan hasil positif.

Sedangkan bidan inisial WEK, hasil rapaid test reaktif pada 30 Mei, dan hasil swab testnya positif keluar pada 25 Juni, Bidan inisial FT, hasil reaktif rapid test pada 30 Mei dan pemeriksaan swab test pada 25 Juni, dengan hasil positif Covid-19.

Dan yang terakhir, seorang Bidan, inisial HNR dengan hasil rapid test reaktif pada 15 Juni, dilanjutkana dengan swab test pada 27 Juni dengana hasil positif Covid-19. Sedangkan yang hasil negatif swab test terdapat dua perawat inisial WA dan SK.

Terhadap 9 orang yang positif tersebut, dr Sutomo mengaku belum mendapatkan data yang menyatakan positif. “Jumlah yang kalian sebutkan sembilan itu sampai hari ini kami dapat beritanya hanya tiga, itu pun bukan berita hari ini tetapi berita sudah lama,” ujarnya.

Terhadap juru masak inisial YT, rapid test pada 27 Mei dengan hasil rekatif. Kemudian dilanjutkan dengan swab test pada 10 Juni dengan hasil positif. Ia mengaku, untuk juru masak sudah satu bulan lebih sakit dan saat di rapid test dinyatakan reaktif, sehingga langsung dikrim ke RSUD Chasan Boesoirie dan dinyatakan positif. “Sekarang dia sudah membaik dan sekarang ada di Sahid Hotel di karantina,” katanya.

Kendati begitu, pengakuan pengakuan dr Sutomo terhadap juru masak yang sduah sembuh sampai saat ini masih menjalani karantina di Sahid Hotel, artinya yang bersangkutan belum ada hasil resmi yang menyatakan sembuh sehingga masih menjalani karatina di Sahid Hotel.

Kemudian lanjut Sutomo, dua orang juga reaktif rapid test dan disolasi di lantai lima RSU Dharma Ibu karena di lantai lima tersedia enam kamar VIP A untuk di isiolasi interen. Sutomo menuturkan, enam orang positif bukan pemeriksaan pada hari ini melainkan sudah dua minggu yang lalu, tetapi diakumulasi sehingga jumlahnya sembilan.

“Padahal kami yang baru tahu hanya tiga itu pun satu sudah membaik kini berada di Sahid, kemudian dua orang tidak ada gejala berada di lantai lima RSU Dharma Ibu di karantina kurang lebih sudah satu bulan. Kami tidak pekerjakan mereka, kami kasih mereka vitamin. Dua orang kami isolasi itu satu dokter, satu bidan,”katanya.

Sementara, Ketua Yayasan RSU Dharma Ibu Ternatem Sr Cristella Batbual DSY menambahkan, ketika kasus pertama 28 April 2020 di RSU Dharma Ibu, pegawai yang terpapar tetap ditarik dan dilakukan Rapid Tes kemudian diisolasi selama 14 hari serta dilakukan pergantian.

“Seluruh pengawai mulai sampai satpam dan di bagian dapur juga kami rapid tes dua kali, tetapi mereka yang Dokter, Bidan, Perawat, Pinalis  dan di Farmasi yang kena dampak dengan pasien itu sudah sampai tujuh bahkan delapan. Jadi dari bulan April  kita tetap ikut kita isolasi 14 hari, kalau ada yang tidak dapat vitamin itu salah.

Setiap petugas Kesehatan kata Cristella, tetap terpapar namun tetap membantu pemerintah untuk menjalan tugas pelayanan kesehatan termasuk di RSUD Chasan Boesoirie  sebagai rumah sakit rujukan.

“Kalau mereka merujuk semua pegawai kami untuk di isolasi, kami tetap membantu mereka untuk isolasi dan itu sesuai laporan. Mereka minta untuk swab tetap kami terima, tetapi yang kami tidak puas pegawai yang positif mereka tidak sampaikan ke kita,” terangnya.

Ia mengungkapkan, ada pegawai yang terpapar namun jumlah berapa yang terpapar tidak akan disampaikan ke media. “Soal data akurat itu kami sudah laporkan ke dinas, kalau soal data akurat nanti diminta ke dinas karena metreka memiliki hak menyampaikan kepada public,” tadasnya.(red)

Bagikan

Komentar

News Feed