oleh

DPT Jadi Sumber Kesuksesan Pilkada Tikep

TIDORE,MSC-Daftar pemilih tetap (DPT) selalu menjadi masalah klasik yang selalu membayangi di setiap pemilu maupun Pilkada. Kesuksesan Kota Tidore Kepulauan dalam pelaksanaan Pilkada harus tetap dipertahankan pada Pelaksanaan Pilkada 2020 nanti.

Untuk itu, Bawaslu beserta jajaran bersama KPU Tikep dan jajarannya akan selalu bersama-sama melakukan komunikasi dan koordinasi jika menemukan persoalan saat pendataan pemilih. Tujuannya agar DPT Tikep tidak menjadi masalah kesuksesan Pilkada 2020.

“DPT itu bisa jadi sumber masalah tetapi juga menjadi sumber atau kunci keberhasilan atau kesuksesan penyelenggaraan Pilkada. Makanya, UU begitu rinci mengatur soal daftar pemilih ini. Saya berharap tidak ada persoalan DPT pada Pilkada 2020 ini,” ujar Ketua Bawaslu Kota Tidore Kepulauan, Bahrudin Tosofu saat Rakor persiapan tahapan pemutahiran data yang diikuti Panwascam se-Kota Tidore Kepulauan, Minggu (12/7/2020)

Pilkada yang jujur, adil, dan demokratis, sambung Bahrudin Tosofu, hanya akan terwujud jika semua warga negara yang mempunyai hak pilih terdaftar sebagai pemilih dan namanya tercantum satu kali dalam DPT atau tidak ganda. Demikian sebaliknya, warga negara yang tidak memenuhi syarat sebagai pemilih, namanya tidak tercantum dalam DPT.

“Saya juga apresiasi KPU yang begitu akomodatif menerima berbagai masukan dari berbagai pihak terkait DPT dan segera menindaklanjutinya. Tujuan kita sama agar tidak ada lagi persoalan hak konstitusi warga yang terabaikan,”kata Kudin demikian Bahrudin Tosofu disapa.

Seperti diketahui, untuk DPT terakhir yang digunakan sebagai perbandingan dengan DP4 nanti tercatat DPT 2019 sebanyak 71.383 jumlah pemilih di Tikep, dan pada DP4 2020 terdapat 81.616 jiwa.

Kendati begitu kata Kudin, bergesernya tahapan Pilkada karena adanya wabah pandemic Covid-19 dipastikan akan berpengaruh terhadap jumlah pemilih. Sebab pada tanggal 9 Desember nanti telah ada warga negara yang berumur 17 tahun sehingga akan terjadi penambahan pada pemilih pemula.

Untuk itu Kudin mengingatkan jajaran Panwascam dan pengawas kelurahan/desa lebih meningkatkan etos serta teliti dalam melakukan pengawasan pada tahapan pemutahiran data, dan selalu memperhatikan factor kesehatan karena masih dalam masa pendemic.

“Saya tidak mau kalau ada jajaran kita yang lemah dalam pengawasan, karena kita berharap kehadiran pengawas pemilu menjadi solusi bukan menambah persoalan baru,”kata Kudin.

Apalagi kata Kudin, sejak terpilih menjadi anggota Panwascam telah dilakukan penandatangan pakta integritas bekerja penuh waktu dan bertanggung jawab dengan mengedepankan kode etik sebagai seorang pengawas. “Yang utama tetap menjaga integritas, berlakukan semua pihak secara sama, jangan ada yang berpihak,”pintahnya. (red)

Bagikan

Komentar

News Feed