oleh

Nasib Warga Halut Masih Ber-KTP Halbar di Pilkada 2020

TERNATE,MSC-Terbitnya Peraturan Menteri Dalam Negeri (Permendagri) Nomor 60 tahun 2019 tentang batas wilayah di enam desa, ada dua desa yakni Pasir Putih dan Dum-Dum  masuk wilayah hukum Kabupaten Halmahera Utara (Halut).

Desa Pasir Putih dan Dum-Dum berada di kecamatan Kao Teluk kabupaten Halut, sedangkan dua desa dahulu fersi Halbar masuk di kecamatan Jailolo Timur. Sehingga dua desa tersebut masih terdapat warga yang ber-KTP Halbar.

Bagaimana nasib warga tersebut saat Pilkada 2020 nanti? Ketua Bawaslu Maluku Utara, Muksin Amrin SH MH menuturkan, untuk melindungi hak pilih warga negara maka warga dua desa yang berKTP Halbar harus melapor ke PPS Halbar.

Muksin mengingatkan, PPS fersi Halbar tidak boleh melakukan pendatan pemilih di dua desa tersebut, kendati fakta ada warga dua desa itu berKTP Halbar. “Jadi nanti pada pendataan pemilih warga berKTP Halbar harus melapor ke petugas dari Halbar, bukan PPS dari Halbar masuk melakukan pendataan di wilayah itu,”kata Muksin Amrin kepada wartawan.

Untuk itu dari pertemuan bersama, Bawaslu telah meminta KPU untuk tidak membentuk PPS fersi Halbar karena secara hukum dua desa tersebut sudah masuk wilayah Halut berdasarkan Permendagri nomor 60.

Permintaan tersebut kata Muksin Amrin telah dituangkan dalam empat poin kesepakatan bersama Penmda Provinsi, KPU dan Bawaslu. “Empat poin kesempatan bersama hal tersebut sudah termuat,”sebut Muksin Amrin.

Sementara kedua, PPS Halbar tidak boleh melakukan pemutahiran data pemilih di wilayah dua desa tersebut, walaupun ada masyarakatnya yang berKTP Halbar. Pertanyaan kalau begitu bagaiamana, kata Muksin Amrin masyarakat yang melaporkan ke KPU Halbar seraya menambahkan harus dibuktikan dengan KTP.

BACA : https://www.malutsatu.com/2020/07/12/empat-poin-kesepakatan-untuk-pilkada-di-enam-desa/

Sementara untuk Desa Baneigo dan Desa Bangkit Rahmat dari keputusan Permendagri terjadi pembagian dua wilayah. Untuk nama Desa Baneigo masuk wilayah Halut begitu juga dengan nama desa Bangkit Rahmat masuk Halut. Sehingga kedua desa dilakukan pemekaran desa baru yang masuk di Halbar, akan tetapi hingga turunnya Permendagri kedua desa pemekaran belum masuk dalam kodefikasi wilayah.

Sebelum terbitnya Permendagri 60 desa Baneigo dan Bangkita Rahmat dari fersi Halut masuk kecamatan Kao Teluk, sedangkan fersi Halbar masuk kecamatan Jailolo Selatan. Akan tetapi seiring dengan turunya Permendagri kedua desa berada di kecamatan Kao Teluk Halut.

Untuk itu lanjut Muksin Amrin, Kepala desa di dua desa centolan Halbar itu harus mengeluarkan Surat Keterangan (Suket) yang membuktikan bahwa mereka adalah penduduk Halbar dibuktikan dengan KTP lama yakni Jailolo Timur. Sementara TPS di dua desa itu tetap TPS Halut, kalau masyarakat yang berKTP Halbar mendaftar di desa terdekat.

“Masyarakat Halbar yang berada di Baneigo dan Bangkit Rahmat melaporkan wilayah Halbar pada desa terdekat,”kata Muksin Amrin. (red)

Bagikan

Komentar

News Feed