oleh

Pemuda Muhammadiyah Minta PT NHM Hentikan Proses Pertambangan

TERNATE,MSC-Simpang siur data ratusan karyawan PT Nusa Halmahera Mineral (NHM) yang terkonfirmasi positif membuat Pengurus Wilayah Pemuda Muhammadiyah Maluku Utara (PWPM Malut) angkat bicara.

Ketua PWPM Fauzan A Pinang mengaku heran dengan sikap PT NHM yang seakan menyimpan data hasil uji swab karyawan yang terkonfirmasi positif Covid-19. “Ada apa dengan sikap NHM yang masih menyimpan data soal kesembuhan karyawan terpapar Corona,”sebutnya kepada wartawan di Ternate baru-baru ini.

Dia mengatakan, sampai saat ini Gugus Pusat maupun Gugus Provinsi Malut belum menerima data pasien sembuh fersi NHM, padahal setiap hasil pemeriksaan laboratorium harus diinput ke pusat.

Sekitar 196 karyawan PT NHM, kata Fauzan berdasarkan data hasil uji laboratorium yang masuk di Pustadin Gugus Tugas Provinsi terpapar corona, dan sudah menjadi kluster terbesar kasus di Maluku Utara.

Hal ini harus menjadi perhatian serius, dan sebaiknya manajemen PT NHM membuka diri karena untuk kepentingan karyawan yang masih bekerja saat ini. Kalaupun tidak ada niat baik perusahaan itu, harusnya ada tindakan tegas pihak terkait.

Untuk itu, Fauzan meminta Panitia Khusus (Pansus) Covid-19 DPRD Provinsi Malut memangil Gugus Tugas dan PT NHM untuk mempertanyakan kesimpangsiuran data pasien sembuh.

“Pemuda Muhammadiyah berharap Pansus DPRD segera memanggil Gugus dan PT NHM, apa masalah sehingga data saja masih saling sembunyi,”pintahnya.

Fauzan berharap dengan adanya masalah seperti seharusnya Pansus DPRD sudah mengambil tindakan dengan memanggil. Pansus kata Fauzan jangan hanya melakukan rapat dengan Gugus. “Mungkin kalau rapat dapat honor ya,”tanya Fauzan.

Fauzan sangat mengukatirkan nasib karyawan yang saat ini masih bekerja di areal pertambangan, jika nanti nasibnya sama dengan ratusan karyawan lainnya yang terpapar Corona.

Untuk itu bagi Fauzan A Pinang, langkah terbaik manajemen PT NHM menghentikan sementara proses pertambangan dengan mengsterilkan lokasi pertambangan. “Baiknya NHM ditutup sementara, sebab masih ratusan karyawan yang bekerja saat ini, jangan sampai mereka kembali terpapar,”pintahnya.

Bahkan ketua Pemuda Muhammadiyah itu menyarankan, Gugus Tugas langsung turun ke lokasi pertambangan di Gosowong melakukan tracking rapid test, sebab keberadaan perusahaan berada dalam wilayah Maluku Utara. (red)

Bagikan

Komentar

News Feed