oleh

Pilkada di Maluku Utara, KPU Akan Rekrut 16.856 KPPS

TERNATE,MSC-Pelaksanaan Pemilihan Bupati-Wakil Bupati serta Walikota dan Wakil Walikota di 6 kabupaten dan 2 kota di Provinsi Maluku Utara pada Pilkada 2020, Komisi Pemilihan Umum (KPU) akan melakukan rekrutmen sebanyak 16.856 orang Kelompok Penyelenggara Pemungutan Suara (KPPS).

Jumlah tersebut tersebar di 2.408 Tempat Pemungutan Suara (TPS) di delapan kabupaten dan kota di Maluku Utara yang melaksanakan pilkada pada 9 Desemenr nanti. Dimana per TPS dibutuhkan sebanyak 7 orang KPPS.

Ketua KPU Provinsi Maluku Utara Pudja Sutamat kepada wartawan menjelaskan, untuk pelaksanaan Pilkada 2020 ini KPU membutuhkan Sumber Daya Manusia (SDM) sebagai KKP di tingkat kelurahan dan desa sebanyak 16.856 orang.

“Yang jelas satu TPS ada 7 orang. Saat ini TPS untuk Pilkada 8 kabupaten dan kota akan ada 2.408 TPS, artinya dibutuhkan sekitar 16.856 KPPS,” kata Pudja Sutamat, Kamis (01/10/2020).

Kata Pudja, saat ini KPU di delapan kabupaten dan kota tengah melakukan tahapan rekrutmen KPPS. Untuk pendaftarannya sendiri dilakukan masing-masing PPS di tingkat kelurahan dan desa yang ditelah diumumkan  mulai 1 sampai 6 oktober.  

Jumlah tersebut kata Pudja besar kemungkinan akan bertambah, jika dilihat kebutuhan TPS tambahan seperti di Rutan/Lapas maupun sejumlah perusahaan pertambangan di Maluku Utara.

“Nanti kita lihat kalau ada tambahan TPS di tempat tertentu atau TPS khusus seperti Rutan/Lapas maupun Rumah Sakit serta sejumlah perusahaan yang beroperasi di beberapa daerah,”katanya.

Tak hanya itu, kata Pudja ada penambahan rekrutmen Linmas dimana setiap TPS harus diisi 2 orang Linmas. Jik dihitung jumlah TPS sebanyak 2.408 dengan jumlah Linmas per TPS 2 orang maka total jumlah Linmas yang dibutuhkan sebanyak 4.816 orang.

Komposisi dalam TPS pada pelaksanaan Pilkada kali ini akan diisi oleh 7 orang KPPS dan 2 orang Linmas. “Kalau yang dibutuhkan SDM untuk KPSS sebanyak 16.856 dan Linmas sebanyak 4.816 orang, maka total SDM yang dibutuhkan sebanyak 21.672 orang,”kata Pudja.

Pengumuman rekrutmen 1 sampai 6 oktober, dan pada tanggal 7 dimulainya pndaftaran selama 1 minggu dan pendaftarannya langsung di PPS masing-masing,” terang Pudja seraya menambahkan penetapan KPPS tersebut dijadwalkan pada tanggal 23 November 2020 mendatang.

Terkait dengan pelaksanaan Pilkada di tengah masa pandemic Covid-19, kata Pudja pndaftarannya dimungkinkan secara online serta persyaratan umur dibatasi maksimal 50 tahun. “Syarat usia dibatasi dari 20 tahun sampai 50 tahun,”katanya.

Karena kata Pudja Pilkada serentak 2020 terpaksa digelar di masa pandemi Corona (COVID-19) yang dijadwalkan pada 9 Desember mendatang. KPU mengatur batas usia maksimal bagi kelompok penyelenggara pemungutan suara (KPPS) tak lebih dari 50 tahun.

“Syarat usia untuk menjadi anggota KPPS pada Pemilihan Serentak Lanjutan paling rendah 20 tahun dan paling tinggi 50 tahun,” begitulah bunyi Pasal 20 ayat 2 PKPU nomor 6 tahun 2020.

PKPU itu mengatur tentang pelaksanaan Pilkada lanjutan dalam kondisi bencana nonalam Corona Virus Disease 2019 (COVID-19). Selain itu, anggota KPPS dengan rentang usia 20-50 tahun itu juga tidak memiliki penyakit penyerta.

Untuk pendaftaran secara online tetapi tidak juga kemungkinan kalau daerah yang tidak memiliki jaringan internet yang baik, maka KPU setempat akan melakukan pendaftaran secara manual.

Pudja mengatakan sebelumnya tidak diatur usia maksimal bagi calon anggota KPPS. Kini ketentuan itu diatur untuk menjaga keselamatan petugas KPPS di tengah bahaya COVID-19.

Syarat lain lanjut Pudja Sutamat, miliki integritas, kapablitisa serta mandiri yaitu orang tidak berpihak kepada kelompok tertentu. Kendati begitu kata Pudja seleksi dilakukan secara terbuka sehingga siapa saja dapat mendaftar tetapi harus memenuhi syarat yang telah diatur dalam PKPU 6 tahun 2020.  (red)

Bagikan

Komentar

News Feed