oleh

Pernikahan Dini Berisiko Lahirkan Anak Stunting

SANANA-Menikah bukanlah perkara mudah, banyak hal yang harus dipersiapkan dan jadi pertimbangan. Salah satu pertimbangannya adalah faktor usia. Pasalnya, terlalu muda usia calon pengantin, maka banyak pula risiko yang akan ditanggung, seperti melahirkan anak stunting.

Hal tersebut diungkapkan Kepala Pusat kesehatan masyarakat (Puskemas) Kecamatan Sanana Utara Kabupaten Kepulauan Sula Sahlan Gailea, saat melakukan edukasi pencegahan Stunting di Desa Fokalik.

Kegiatan edukasi yang dikemas dalam tema rembuk Stunting ini digelar oleh Pemerintah Desa Fokalik bertempat di Kantor Desa Fokalik Rabu 1(2/10/2022) turut hadir Kader Kader Posyandu, Posbindu dan KPM di Desa Fokalik serta sejumlah aparat Desa Fokalik.

Kegiatan rembuk stunting digelar oleh Pemerintah Desa Fokalik, merupakan salah satu upaya untuk memahami para ibu-ibu untuk memahami pentingnya asupan gizi yang seimbang lada bayi dan balita.

“Jadi dari kegitan ini para ibu-ibu Desa Fokalik harus memahami dan memperhatikan asupan-asupan makan pada anak. Sehingga tidak menimbulkan Stunting,”kata Sahlan Rabu (12/10/2021) dalam paparan materinya.

Dia mengatakan, mengapa pernikahan usia muda menjadi penyebab terjadi stunting pada bayi dan balita, termasuk broken home diman hubungan orang tua kurang harmonis, tidak nyaman atau orang tua dari balita sudah tidak lagi serumah. Sehingga anak tidak ada perhatian atau tidak terurus.

“Sala satu penyebab terjadinya stunting adalah broken home atau hubungan keluarga yang tidak nyaman atau sehingga anaknya tidak terurus. Ini juga akan menyebabkan anak kurang gizi, asupan makan kurang,”kata Sahlan.

Bahkan Sahlan menjelaskan sala satu penyebab Stunting di Indonesia adalah maraknya pernikahan dini. Hubungan antara stunting dengan pernikahan dini adalah saat sebuah pernikahan, perempuan yang masih berusia remaja secara psikologis belum matang, serta belum memiliki pengetahuan yang cukup mengenai kehamilan dan pola asuh anak yang baik dan benar.

Bahkan, jika mereka sudah menikah pada usia remaja tahun, misalnya 15 atau 16 tahun, maka tubuh ibu akan berebut gizi dengan bayi yang dikandungnya. Jika nutrisi si ibu tidak mencukupi selama kehamilan, bayi akan lahir dengan berat badan lahir rendah dan sangat berisiko terkena stunting.

“Kawin muda juga menyebabkan Stunting. Karena masing-masing belum ada persiapan-persiapan yang kurang matang dalam rumah tangga,”jelasnya. (mit)

Bagikan

Komentar