oleh

KATAM Menduga Tambang Ilegal di Pulau Gebe Punya Beking Pejabat Negara

TERNATE-Konsorsium Advokasi Tambang (KATAM) Maluku Utara menduga para penegak hukum dan didukung pejabat tinggi negara mengsponsori kegiatan penambangan emas di Pulau Gebe, Halmahear Tengah, Provinsi Maluku Utara.

Koordinator KATAM Muhlis Ibrahim mengatakan, para pelaku usaha kegiatan penambangan tidak berani melakukan kegiatan penambangan tanpa izin. Jika sampai ada kegiatan tambang tanpa izin, maka dicurigai tambang ilegal itu disponsori para penegak hukum dan didukung pejabat tinggi negara.

“Karena para pelaku kegiatan tidak akan berani mengambil risiko. Jadi kesimpulan sementara kami, ini sindikat,” ujarnya melalui rillis yang disampaikan pada Senin, 17 Juli 2023 di Ternate.

Dari hasil investigasi di lapangan, sambung Muhlis, kegiatan penambangan ilegal di Pulau Gebe, Halmahera Tengah, tinggal menunggu pengapalan. Artinya material nikel (ore) sudah siap diangkut untuk dijual.

“Pada prinsipnya yang kami sesali, hingga saat ini tidak ada langkah hukum yang konkrit bagi para pelaku kegiatan tambang ilegal ini. Padahal bagi kami mudah saja untuk para penegak hukum menindak para pelaku kegiatan penambangan ilegal yang menyimpang dari norma-norma hukum,”tegas Muhlis.

Dia mengatakan, puluhan alat berat serta tumpukan ore nikel, kata dia, sudah cukup menjadi alat bukti dari kegiatan penambangan ilegal. Di samping itu, penjualan ore nikel tersebut sudah pasti menggunakan dokumen ekspor milik salah satu perusahaan yang ada di Gebe.

Muhlis menegaskan, tambang ilegal yang berada di Desa Kacepi Pulau Gebe ini jika dibiarkan maka akan menjadi dasar bagi para pelaku usaha lain untuk melakukan hal yang sama.

“Dengan demikian, Maluku Utara akan menjadi surganya tambang ilegal. Dan kerusakan lingkungan tidak bisa dihindari,”tandasnya. (red)

Bagikan

Komentar