MALUTSATU,TERNATE-PT Pelindo Regional 4 Ternate berencana membangun dermaga tambahan sepanjang 150 meter di Pelabuhan Ahmad Yani Ternate. Dermaga baru itu akan dibangun di sisi utara pelabuhan, tepatnya di bagian belakang Polsek Ahmad Yani.
Rencana itu disampaikan General Manager Pelindo Regional 4 Ternate, Anwar Pae, saat menerima kunjungan Ketua DPRD Provinsi Maluku Utara Iqbal Ruray, Wakil Ketua Kuntu Daud, dan Is Suaib, Jumat, 6 November 2026.
Selama ini, Pelabuhan Ahmad Yani masih menggabungkan pelayanan penumpang dan barang dalam satu dermaga. Kondisi itu membuat aktivitas pelabuhan sering padat, antrean kendaraan menumpuk, dan bongkar muat terganggu.
“Pelabuhan Ternate saat ini pintunya hanya satu, sehingga terjadi kemacetan jika tingginya aktivitas di Pelabuhan,” kata Anwar.
Dengan dermaga baru, Pelindo akan memisahkan sandar kapal penumpang dan kapal peti kemas. Kapal peti kemas tetap di dermaga eksisting, sementara kapal penumpang dialihkan ke dermaga baru di sisi utara.

Selain dermaga, Pelindo juga berencana menambah pintu masuk-keluar di bagian selatan pelabuhan, khusus untuk peti kemas.
Penambahan pintu ini dinilai mendesak karena arus bongkar muat peti kemas di Pelabuhan Ahmad Yani terus naik sekitar 3% hingga 5%. Kenaikan itu didorong kebutuhan wilayah Ternate, Halmahera, hingga kawasan tambang.
Namun rencana pintu baru itu masih terkendala status lahan. Lahan yang akan dijadikan jalur keluar itu merupakan milik Pemerintah Kota Ternate.
“Sebab kawasan pelabuhan sudah padat, karena lahannya terbatas dan selama ini untuk pintu masuk maupun keluar kendaraan di Pelabuhan hanya dipusatkan satu titik yang dibagi menjadi dua jalur,” kata Anwar Pae.
Anwar berharap Pemkot Ternate bisa membuka akses tersebut. Jika disetujui, kawasan itu akan dijadikan jalur keluar kendaraan dari Pelabuhan Ahmad Yani.
Pembahasan Pelindo dan Pemkot Ternate belum sampai pada keputusan final. Salah satu yang masih dibahas adalah keberadaan sebuah bangunan kafe di kawasan yang akan ditata, sehingga perlu proses relokasi.
Pihak Pelindo masih menunggu rapat lanjutan bersama Wali Kota Ternate untuk menentukan langkah selanjutnya.
“Kita masih menunggu rapat kelanjutan dengan Pemkot dalam hal ini masih menunggu waktu Wali Kota,”katanya.
Ketua DPRD Provinsi Maluku Utara, Iqbal Ruray, menyambut baik rencana perluasan itu. Namun ia berharap Pelindo tidak hanya menambah luas pelabuhan, tetapi juga menata kembali kawasan di dalam areal pelabuhan.
Masih banyak bangunan tua yang sudah termakan usia di lokasi pelabuhan. Iqbal meminta Pelindo berkoordinasi untuk merelokasi sejumlah bangunan dan kantor di lokasi tersebut.
“Pelabuhan laut sebagai pintu masuk Kota Ternate, sekaligus pusat distribusi logistik, serta simpul utama penghubung transportasi laut dan darat. Sehingga penataan estetikanya penting sebagai sebuah keindahan Kota Ternate untuk mendukung tata ruang Kota Ternate,” kata Iqbal Ruray.
Menurut Iqbal, dengan perluasan Pelabuhan Ahmad Yani, aktivitas pelabuhan akan bertambah. Dampaknya diharapkan menambah pendapatan masyarakat maupun pendapatan daerah. (red)






Komentar