oleh

Akselerasi Pertumbuhan Ekonomi Maluku Utara Terjadi pada 2021

TERNATE-Prospek perekonomian Provinsi Maluku Utara (Malut) pada tahun 2021 pertumbuhan ekonomi diproyeksi akan mengalamai akselerasi dibanding tahun sebelumnya. Beberapa factor menjadi pendorong percepatan perekonomian.

Bank Indonesia (BI) Perwakilan Maluku Utara (Malut) menyebutkan, Ekspor Luar Negeri menjadi pendorong pertumbuhan ekonomi pada tahun 2021 pasca rampungnya proyek pembangunan smelter baru. Seluruh komponen konsumsi akan mengalami akselerasi sejalan dengan pemulihan ekonomi yang terus digalakkan pada tahun 2021.

“Meningkatnya optimisme masyarakat seiring dengan sentimen positif vaksinasi Covid-19 kepada penduduk, serta diselenggarakannya event nasional maupun internasional di Maluku Utara akan mewarnai pemulihan perekonomian di tahun 2021,”ungkap Hasto Kartiko Pamungkas, Deputi Kepala Perwakilan Bank Indonesia Maluku Utara, Kamis (17/6/2021) di Ternate.

Pemulihan aktivitas perekonomian telah mulai terjadi dimana Provinsi Maluku Utara mengalami pertumbuhan ekonomi yang sangat baik pada triwulan IV 2020 dengan pertumbuhan ekonomi sebesar 9,48 persen tahun sebelumnya, terakselerasi signifikan dibandingkan triwulan III 2020 yang juga mengalami akselerasi sebesar 6,66% tahun sebelumnya.

“Pertumbuhan ekonomi Maluku Utara tertinggi di antara 34 provinsi, dengan 3 provinsi yang tumbuh positif, yaitu Maluku Utara, Papua, dan Sulawesi Tengah,”katanya seraya menambahkan dari sisi permintaan, pemulihan ekonomi triwulan IV 2020 berasal dari komponen ekspor-impor luar negeri.

Selain itu lanjutnya, membaiknya pertumbuhan komponen konsumsi rumah tangga. Sementara dari sisi persediaan, pertumbuhan ekonomi Maluku Utara ditopang oleh LU Pertambangan dan Industri Pengolahan, yakni rangkaian industri hulu-hilir komoditas nikel.

Meskipun Tahun 2020 dipenuhi dengan kontraksi ekonomi pada berbagai wilayah, provinsi, hingga Negara di berbagai belahan dunia akibat pandemi Covid-19, akan tetapi Maluku Utara tetap dapat mempertahankan pertumbuhan ekonomi, dengan nilai 4,92 persen pada tahun sebelumnya.

“Meskipun sedikit melambat dibandingkan tahun 2019, pertumbuhan ekonomi Maluku Utara patut disyukuri karena sejumlah sektor tetap mencatatkan pertumbuhan dan tekanan ekonomi yang dirasakan masyarakat akibat pandemi dapat diminimalkan,”kata Hasto.

Hasto mengatakan, tekanan inflasi Maluku Utara pada triwulan II 2021 diperkirakan mengalami sedikit peningkatan sejalan base effect rendahnya daya beli dan inflasi pada triwulan II 2020 akibat pandemi Covid-19.

“Selain itu momentum pasca HBKN Idul Fitri dan menjelang Idul Adha 2021 diperkirakan akan berpengaruh pada naiknya harga sejumlah komoditas pangan utama di Maluku Utara,”katanya. (red)

Bagikan

Komentar

News Feed