oleh

Bawaslu Kota Ternate Laporkan Sekretaris Jenderal Kemendes PDTT ke KASN

TERNATE,MSC-Badan Pengawas Pemilihan Umum (Bawaslu) Kota Ternate, akhirnya menindaklanjuti kasus foto bersama sejumlah pejabat dengan salah satu kandidat calon walikota Ternate, ke Komisi Aparatur Sipil Negara (KASN).

Sejumlah pejabat tinggi tersebut diantaranya, Sekretaris Jenderal (Sekjen) Kementerian Desa PDTT Republik Indonesia, Taufik Madjid, Sekretaris Daerah (Sekda) Provinsi Maluku Utara Syamsudin Abdul Kadir, Kepala Kantor Wilayah (Kakanwil) Kementerian Agama Provinsi Maluku Utara Sarbin Sehe

Berdasarkan data yang diperoleh melalui papan informasi di kantor Bawaslu Kota Ternate sore kemarin, terpantau sejumlah nama ASN yang telah diputuskan untuk direkomendasikan Bawaslu ke KASN.

Diantaranya adalah Sekjen Kemendes PDTT RI Taufik Madjid dan Sekprov Malut Syamsudin Abdul Kadir dengan nomor temuan 32/TM/PW/Kota/32.01/XI/2020 tertanggal 18 November 2020.

Kemudian Kepala Kanwil Kementrian Agama Provinsi Malut Sarbin Sehe, serta Rahdi Anwar dan Abdurahman M Ali dengan nomor temuan 31/TM/PW/Kota/32.01/XI/2020 tertanggal 18 November 2020.

Selanjutnya Camat Ternate Barat Fahmi Basa Amin dengan nomor temuan 33/TM/PW/Kota/32.01/XI/2020 tertanggal 26 November 2020. Keenam ASN tersebut, secara keseluruhan status temuannya di teruskan ke KASN.

Sebelumnya Koordinator Divisi (Kordiv) Penanganan Pelanggaran Bawaslu Provinsi Maluku Utara kepada wartawan menjelaskan, kasus tersebut dilakukan penelusuran lanjutan tapi sebagai lembaga pengawas, Bawaslu berkewajiban untuk memastikan semua jenis dugaan pelanggaran bisa berproses dan tertangani dengan baik.

“Intinya untuk sementara dugaannya mengarah kepada larangan keberpihakan Pejabat aparatur sipil negara terhadap pasangan calon,” kata Aslan Hasan

Berdasarkan Pasal 134 UU No. 10 Tahun 2016 jo Perbawaslu No. 8 Tahun 2020 wewenang pengawas pemilu adalah menindaklanjuti dugaan pelanggaran yang bersumber dari laporan dan / atau temuan.

Dugaan netralitas ASN adalah jenis pelanggaran hukum lainnya, sehingga aturan hukum yang dipakai adalah UU No. 5 Tahun 2014 tentang ASN, PP No. 53 Tahun 2010 tentang Kode Etik ASN, PP No. 42 Tahun 2004 tentang Pembinaan Jiwa Korp ASN.

“Mendasari Surat Keputusan Bersama Menpan RB No. 05 / 2020, Mendagri No. 800-2836/2020, BKN No. 167/Kep/2020, KASN No. 6/SKB/9/2020, Bawaslu RI No.0314/2020, tertanggal 10 September 2020. Bahwa ada larangan terkait like, share, dan comment ASN kepada Calon, larangan foto bersama Bacalon/Calon, larangan menandatangani kegiatan sosialisasi/kampanye oleh Calon, larangan mendatangi kegiatan deklarasi Paslon,” jelasnya. (red)

Bagikan

Komentar

News Feed