oleh

Diduga Buntut Aksi Mogok, 13 TKD Kesehatan Klinik Kao Dipecat

TOBELO,MSC-Sebanyak 13 orang Tenaga Kontrak Daerah (TKD) yang bertugas di Klinik Utama Kao, dipecat oleh Kepala Klinik. Diduga pemecatan tersebut dikarena aksi mogok yang sempat dilakukan oleh 13 TKD tersebut.

Namun Kepala Klinik Utama Kao dr. Markiana Ginting membantah telah melakukan pemecatan terhadap 13 TKD yang bertugas di Kinik Utama Kao, akan tetapi dikarenakan masa kontrak mereka telah berakhir pada bulan desember 2019.

“Masalah anak anak kontrak tidak ada yang dipecat, mereka punya kontrak sudah selesai Desember 2019, urusan perpanjang kontrak yang baru itu bukan wewenang saya, tapi ada di dinas kesehatan,”kata Markiana Ginting.

Sementara salah satu TKD yang diberhentikan menyebutkan, sesuai hasil konsultasi dengan kepala BKD dimana masa kontrak mereka diperpanjang pada tahun 2020 hingga bulan desember.

“Setelah berkoordinasi dengan Kepala BKD, kami diminta untuk kembali bekerja sebab SK-nya bakal diperpanjang,”kata salah satu TKD yang enggan namanya ditulis kepada wartawan.

Dia menduga pemecatan disebabkan karena mereka melakukan aksi mogok selama dua minggu dengan tuntutan pembayaran upah dan jasa medis yang belum terbayar. Kata dia, Kepala Klinik berulang kali menyampaikan akan memberhentikan mereka yang melakukan aksi mogok.

“Pemberhentian ini ada dugaan ketidak sukaan dr. Markiana, kami sudah malu untuk masuk kerja, karena pimpinan sudah berulang-ulang memberikan pernyataan memberhentikan kami,”katanya.

Terpisah, Kepala BKD Halut Oni Hendrik ketika di konfirmasi Minggu (02/01) kemarin mengatakan, terkait ke-13 orang TKD SK-nya tengah di perpanjang. Namun pihaknya telah memerintahkan agar mereka tetap bekerja di Klinik tersebut.

“Mereka menjadi tanggung jawab Pemda dari sisi gaji dan lainnya, jika sumber gajinya dari BOK. Maka SK mereka dikeluarkan oleh Dinas, sementara TKD adalah tanggungjawab BKD sehingga SK tetap diperpanjang,”ungkapnya. (AL)

Bagikan

Komentar

News Feed