oleh

Diudga Terlantarkan ABG Asal Manado, Oknum Pejabat Sula Dilaporkan ke Polisi

TERNATE-Salah satu pejabat di jajaran Pemerintah Kabupaten Kepulauan Sula (Kepsul) berinisial KM diduga menelantarkan seorang gadis ABG berinsial LB (16) asal Sulawesi Utara di Ternate.

Perkenalan lewat media sosial Facebook tahun lalu. Dan pada September 2020 KM mengajak LB berangkat ke Ternate dengan tanggungan dirinya. Setiba di Ternate LB langsung tinggal di kosan.

“Waktu itu dia (KM) hanya kirim doi Rp400 ribu, dia suru saya ke Ternate nanti dia jemput,” ungkap gadis asal Kecamatan Tuminting Manado, Jumat (2/7/2021) saat ditemui wartawan.

Namun berselang beberapa hari berlalu, KM ke Sanana karena menjalakan tugas di salah satu instansi di sana, KM lantas hanya memberikan uang senilai Rp300 ribu untuk kebutuhan pacarnya itu.

“Saya percaya dia karena selama beberapa hari kami di Ternate, sebelum ke Sanana sempat bilang kalau terjadi sesuatu akan bertanggung jawab, sehingga hanya berikan saya uang Rp300 ribu,”katanya.

Tetapi setelah KM menjalankan tugas di Sanana sering mengirim uang untuk makan minum, namun hal itu tidak berlangsung lama. Sejak KM dilantik sebagai pimpinan salah satu OPD, mulai tidak perduli keberadaan LB. “Bahkan terhitung sejak bulan Mei 2021 lalu saya sudah tidak dipedulikan lagi oleh KM,”sebutnya.

Merasa tertekan dan tidak ada kabar, LB meminta KM agar memberikan ongkos untuk pulang ke Manado tetapi tidak ditangapi. Merasa tidak terima baik, LB mengatkan akan melaporkan KM ke pihak berwajib. Namun hal itu bukan membuat KM merasa ibah, KM lantas berbalik mengancam gadis itu dengan kata-kata kotor.

“Nomor hp, dan facebook saya sudah di blokir, saya sempat bilang kase pulang saya ke orang tua, tapi itu tidak pernah direspon. Kemudian dia mengunakan nomor baru dan menelpon maki-maki,”ucapnya.

Karena tak lagi ditanggapi keinginan kembali ke Manado, terpaksa LB memberitahukan ke orang tuanya di Manado. Dan saat ini ibu kandung telah tiba di Ternate dan akan melaporkan ke polisi.

“Mama saya tidak terima saya diperlakukan seperti ini, dan saya bersama mama langsung masukan laporan ke Direktorat Reserse Kriminal Umum (Ditreskrimum) Polda Malut untuk diproses,”pungkasnya.

Sementara di tempat terpisah, oknum pejabat Kepulaun Sula (KM) ketika dikonfirmasi melalui via telpon maupun pesan WhatsApp belum merespon hingga berita ini dipulikasi. (NR)

Bagikan

Komentar

News Feed