oleh

Fitrah Akbar Muhammad Terpilih Secara Aklamasi Sebagai Ketua HIPMI Kota Ternate

TERNATE-Fitrah Akbar Muhammad Resmi menjadi ketua umum (Ketum) Himpunan Pengusaha Muda Indonesia (HIPMI) Kota Ternate periode 2021-2024 menggantikan Dadang pada Musyawarah Cabang (Muscab) III yang berlangsung di Aula Kantor Walikota Ternate, Senin, (21/6/2021).

Muscab yang merupakan agenda rutin 3 tahunan tersebut mengangkat tema “Memamujan Industri Kreatif Lokal, serta mewujudkan HIPMI yang Inovatif dan Adaptif di era 4.0

Fitrah dinyatakan terpilih secara Aklamasi oleh presidium sidang sebagai ketua umum HIPMI Kota Ternate setelah sebelumnya dinyatakan sebagai calon tunggal pada pemilihan Ketua Umum Badan Pengurus Cabang (BPC) HIPMI Kota Ternate.

“Ini merupakan tanggung jawab yang sangat besar diberikan kepada saya. Insya Allah lewat HIPMI saya bersama teman-teman bisa berkontribusi dalam memajukan pembangunan khususnya kalangan usaha yang ada di Kota Ternate,” tutur Fitrah.

Sebelumnya Fitrah saat bersilturahmi dengan kalangan pers sekaligus melakukan deklarasi Calon Ketua HIPMI Kota Ternate menegaskan, pada dasarnya HIPMI merupakan organisasi profesi, keberadaan HIMPI harus bisa menghadirkan kebermanfaatan bagi pengusaha dalam hal penyelesaian masalah-masalah bisnis.

Dengan sasaran Pengusaha dan calon pengusaha. “HIPMI harus mampu mengidentifikasi permasalahan-permasalahan yang dihadapi kedua pihak tersebut karena pendekatan penyelesaiannya berbeda,”kata Fitrah.

Menurutnya, HIPMI Kota Ternate juga harus mampu menjadi mitra strategisnya pemerintah Kota Ternate. Keberadaan pengusaha di Kota Ternate secara langsung berkontribusi terhadap terbukanya lapangan pekerjaan dan Pendapatan Asli Daerah (PAD).

Disisi lain lanjutnya, kebijakan-kebijakan yang dikeluarkan oleh pemerintah akan berdampak langsung pada pengusaha. Sehingga HIPMI Kota Ternate sebagai wadah para pengusaha muda harus mengambil peran sebagai mediator dalam hal memberikan pertimbangan-pertimbangan bisnis sebelum kebijakan itu diambil.

Selain kata Fitrah, harus membagi pengusaha dalam tiga kondisi, pertama pengusaha yang berada pada fase perancanaan bisnis, kedua pengusaha dalam fase pelaksanaan bisnis, dan yang ketiga pengusaha dalam fase pengembangan bisnis. “Dari tiga kondisi tersebut, treatment yang diberikan oleh HIPMI haruslah bener-benar tepat dan sesuai,” jelasnya. (red)

Bagikan

Komentar

News Feed