oleh

Kasus OTT Kepulauan Sula Bakal ke Polda dan Mabes Polri

SANANA-Lima tahun sudah berkas kasus Operasi Tangkap Tangan (OTT) yang melibatkan mantan kepala dinas dan staf serta mantan anggota DPRD Kepulauan Sula, bolak balik antara Kepolisian dan Kejaksanaan.

Namun kini ada kabar Polres Kabupaten Kepuluan Sula (Kepsul) akan menggelar perkara Kasus Operasi Tangkap Tangan (OTT) bersama Polda Maluku Utara dan Mabes Polri. “Kita akan gelarkan lagi, mungkin digelar di Polda bahkan ke Mabes Polri untuk penanganannya dan lebih tehnisnya nanti ke kasat Reskrim,”ungkap Kapolres Sula AKBP Herry Purwanto kepada malutsatu.com, Rabu (17/11/2021).

AKBP Herry Purwanto mengungkapkan kasus OTT Polres Kepulauan Sula akan melaksanakan gelar perkara bersama Polda Maluku Utara dan Mabes Polri untuk dilakukan telaah terhadap berkas perkara yang telah dinyatakan P-20 oleh Jaksa Penuntut Umum (JPU).

Seperti diketahui kasus penangkapan OTT yang dilakukan Polres Kepulauan Sula pada hari Sabtu 8 Juli 2017 lalu, atas dugaan pungutan liar dengan melibatkan beberapa pejabat di Pemda Sula dan mantan anggota DPRD Sula.

Mereka yang diduga terlibat dalam OTT diantaranya, mantan Kepala Dinas PU Kepsul berinisial IK alias Ikram, mantan Kepala Dinas Perhubungan (Kadishub) Kepsul berinisial MI alias Maun.

Selain itu Kabid Laut dan Udara Dishub Kepsul berinisial YF alias Yusman, Kasubag Renkeu Dinas PU berinisial MA alias Ari, Bendahara Dishub Kepsul berinisial L dan staf Sekretariat DPRD Kepsul berinisial YU alias Yeti, dan mantan anggota DPRD Kepsul YK alias Yukir.

Setelah Polres berhasil dalam OTT, sejumlah pihak yang terjerat kemudian ditahan. Penahanan para tersangka dalam kasus OTT berdasarkan Surat Perintah (SP) penahanan yang dikeluarkan Sat Reskim Polres Sula. Terdapat 7 orang yang ditahan berdasarkan SPRIN Penahanan, akan tetapi tak berselang lama mereka dibebaskan kembali.

Sementara kasus tersebut telah ada petunjuk P-19 yang disampaikan oleh Kejaksaan Negeri kepada penyidik Polres Kepsul yang tidak terpenuhi itu. Hingga bulan Juli tahun 2021 Jaksa telah memberitahukan waktu penyelidikan tambahan P-20 kepada penyidik Polres Kepsul. (mit)

Bagikan

Komentar

News Feed