oleh

Kejati Terus Menyelidiki Kelayakan Investasi Perusda Bahari Berkesan

TERNATE-Kejaksaan Tinggi (Kejati) Maluku Utara (Malut) terus melakukan penyelidikan atas kasus dugaan korupsi dana kelayakan investasi Pemerintah Kota Ternate pada Perusda di tahun 2016 sampai 2018 sebesr Rp25 Miliar.

“Untuk kasus Persuda ini hingga sekarang kita terus melakukan penyelidikan,’ ungkap Kasi Penkum Kejati Malut, Richard Sinaga kepada wartawan, Rabu (30/6/2021).

Richard menambahkan, dalam proses penyelidikan kasus ini, penyidik sudah mintai keterangan sejumlah saksi pejabat di Pemerintah Kota (Pemkot) Ternate atas keterlibatan dengan kasus ini.

“Kalau tidak salah sudah 9 atau 10 orang pejabat di Pemkot Ternate yang sudah dimintai keterangan sebagai saksi terkait kasus dugaan korupsi di Persuda Pemkot Ternate,”akunya.

Meski begitu Richard belum bisa menrincikan secara detail peran dan jabatan terhadap sejumlah pejabat yang diperiksa dalam kasus ini karena tahapannya masih lidik maka menjaga kemungkinan akan menjadi polemik.

“Yang jelas sudah ada sebagian pejabat di Pemkot Ternate sudah dipanggil dimintai keterangan sebagai saksi jadi perkembangan selanjutnya akan disampaikan karena ini masih tahap penyelidikan,”jelasnya.

Sekedar di ketahui,Kejati Malut sudah dimintai keterangan, beberapa pejabat Pemkot Ternate sebagai saksi dalam kasus tersebut diantaranya Kepala Inspektorat Kota Ternate, berinisial RP disusul Plt Kabag Hukum Pemkot berinisial TS.

Selain itu Penanggung jawab apotek Bahari Berkesan, inisial AA, Kepala Badan Pengelolaan Keuangan dan Aset Daerah (BPKAD) Kota Ternate, inisial MTJ, Direktur Holding Company Bahari Berkesan, inisial RA, Direktur BPRS Bahari Berkesan, inisial RH, Sekretaris Kota (Sekkot) Ternate, inisial JS, Mantan Direktur Perusda Ternate Bahari Berkesan dan Direktur PT Alga Kastela sudah dimintai keterangan sebagai saksi. (NR)

Bagikan

Komentar

News Feed