oleh

Modus Motor Tangki Modifikasi Bolak-Balik Beli BBM di SPBU

SANANA-Beberapa Motor Gede (Moge) dengan tangki yang sudah dimodifikasi, kedapatan keluar masuk Stasiun Pengisian Bahan Bakar Umu (SPBU) Desa Mangon Sanana.

Modus pemilik kendaraan roda dua dengan tanki modufikasi untuk membeli BBM jenis Premium dan Pertalite. Bahkan terlihat bolak balik secara bebas masuk di SPBU, diduga ada kerja sama dengan petugas SPBU.

Padahal SPBU berfungsi sebagai tempat membeli BBM secara eceran atau ritel bagi kendaraan bermotor. Namun sayangnya, sejumlah petugas SPBU di Kabupaten Kepulauan Sula itu justru melakukan kecurangan demi meraup untung lebih besar

Hamsi salah satu warga Sanana yang melihat praktek pembelian BBM dengan menggunakan tangki modifikasi mengaku kesal dengan ulah mereka. Kata dia, modus sepeda motor dengan tangki modifikasi sehingga muatannya lebih banyak dari ukuran standar pabrikan.

“Jujur saya sangat resah dengan cara mereka (Moge) diduga menimbun BBM yang sering kali tidak antri pada saat masuk SPBU. Dan jengkelnya saya, mereka tampak dibiarkan oleh petugas pengisi bahkan mereka tampak akrab,”kata Hamis Selasa (26/10/2021) kemarin.

Anehnya itu kata Hamsi, petugas SPBU mengisi langsung ke derigen bahan bakar jenis solar bersubsidi, alhasil praktik seperti ini menyebabkan pembeli lain merasa dirugikan karena selalu kehabisan BBM subsidi.

Senada, Ima pengendara motor juga menceritakan bahwa aksi pengendara Moge saat mengisi BBM di SPBU Sanana, Ia sempat menegur hinga petugasnya. “Saya merasa jengkel dan pernah saya menegur pemilik kendaraan dan petugas pengisi secara langsung. Akan tetapi jelang beberapa hari masih saja terjadi,”sesalnya.

Terpisah, Admin SPBU Sanana Sahbudin Abd. Latif Buamona mengatakan bahwa informasi terkait dugaan adanya penimbun BBM yang dilakukan oleh pengendara Moge pihaknya baru mengetahui dari wartawan.

“Saya baru dengar informasi ini, sebenarnya hal- hal begini tidak perlu terulang karena, nanti kami yang akan ditegur pihak Pertamina serta buruk di mata masyarakat,”ujar Sahbudin.

Terkait dengan keterlibata petugas SPBU, Sahbudin juga menegaskan tidak segan segan untuk memberikan sanksi kepada petugasnya. “Setiap sebulan sekali kami dari pihak SPBU ada rapat evaluasi dengan petugas kami. Seandainya ada petugas kami yang terindikasi akan dikenakan sanksi,”tegasnya. (mit)

Bagikan

Komentar

News Feed