oleh

Pabrik Bahan Baku Bateri Kendaraan Listrik Resmi Beroperasi di Maluku Utara

TERNATE-Pabrik bahan baku baterai Kendaraan Listrik Pertama di Indonesia, Resmi Beroperasi di Desa Kawasi, Pulau Obi, Kabupaten Halmahera Selatan, Maluku Utara.  Pabrik milik Harita Group ini diresmikan Menko Bidang Kemaritiman dan Investasi, Luhut Binsar Pandjaitan, Rabu (23/6/2021).

“Kita sangat bangga karena kita semua menjadi saksi sejarah berdirinya HPAL, dan Indonesia bisa membuktikan dirinya mampu. Ini akan menjadi pengembangan hilirisasi ke depan dan mendukung industri kendaraan listrik,” kata Luhut saat menyampaikan pidato peresmian beroperasinya pabrik tersebut.

Menurutnya, pemerintah akan mendukung pengembangan HPAL di Indonesia. Industri ini ikut berkontribusi untuk mewujudkan cita-cita dalam upaya penurunan kadar emisi dari penggunaan kendaraan berbahan bakar fosil.

Pemurnian nikel dengan proses hidrometalurgi HPAL ini memiliki kapasitas produksi MHP sebesar 365 ribu ton per tahun. Tidak kalah penting, lanjut Luhut, yakni penyerapan tenaga kerja yang nantinya akan mencapai lebih dari 20 ribu orang.

“Industri ini harus kita dukung bersama. Halmahera Persada Lygend adalah pabrik pertama bahan baku baterai kendaraan listrik di Indonesia dan nantinya akan muncul di wilayah lainnya,” ujar Luhut.

Harita Group yang mengelola Kawasan Industri Pulau Obi merupakan Proyek Strategis Nasional (PSN). Konstruksi pabrik bahan baku baterai kendaraan listrik mulai dibangun di sini pada 2018, hingga akhirnya kini beroperasi secara komersial. “Ini menjadi pabrik HPAL pertama di Indonesia,” jelas Komisaris Utama PT Halmahera Persada Lygend, Stevi Thomas.

Pabrik bahan baku baterai kendaraan listrik ini, dioperasikan oleh PT Halmahera Persada Lygend. Dalam operasinya, industri ini memurnikan nikel kadar rendah dengan teknologi hidrometalurgi High Pressure Acid Leach (HPAL).

Produk yang dihasilkan yakni campuran padatan hidroksida dari nikel dan kobalt (Mixed Hydroxide Precipitate – MHP), merupakan bahan baku dasar baterai kendaraan listrik.

“Saat ini, Harita Group juga sedang mengembangkan fasilitas produksi lanjutan untuk menghasilkan nikel sulfat dan kobalt sulfat, yang merupakan material utama baterai kendaraan listrik,”ungkap Stevi Thomas.

Peresmian operasional pabrik dilakukan oleh Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman dan Investasi Luhut Binsar Pandjaitan, didampingi oleh Menteri Dalam Negeri Tito Karnavian, Menteri Perhubungan Budi Karya Sumadi, Menteri Investasi/Kepala Badan Penanaman Modal Bahlil Lahadalia, Menteri Agraria dan Tata Ruang Sofyan Djalil, Gubernur Maluku Utara KH. Abdul Gani Kasuba, Bupati Halmahera Selatan Usman Sidik, serta sejumlah pejabat lainnya. (red)

Bagikan

Komentar

News Feed