oleh

Selang Dua Minggu, 5 Orang Tewas Lakalantas di Halmahera Utara

TOBELO,MSC-Nampaknya jajaran Satuan Polisi Lalulintas (Sat Lantas) Polres Halmahera Utara, belum berhasil menekan angka kecelakaan lalulintas di wilayah tersebut.

Bukitnya, dalam selang waktu dua minggu telah terjadi empat kecelakaan lalu lintas dengan korban 5 orang meninggal dunia.

Sejak digelar operasi ketupat yang dilaksanakan selama 14 hari oleh pihak Polres Halmahera Utara dan berakhir pada 10 Juni 2019, di warnai 4 peristiwa kecelakaan lalulintas yang menewaskan sedikitnya 5 orang pengendara motor dan penumpang.

Kabag Ops Polres Halut Kompol Jonathan Metariang mengatakan, kecelakaan yang terjadi di 4 tempat perbeda dengan rentan waktu hanya berselang kurang dari dua minggu dengan menewaskan 5 orang.

Dikatakan, Lakalantas perdana yang terjadi pada operasi ketupat terjadi pada 5 juni 2019 di kecamatan Malifut, tepatnya di desa Balisosang menewaskan Rizky (16) pengendara roda dua jenis Kawasaki KLX dan penumpang sepeda motor Zupiter atas nama Sumiati Maharumun (18).

Selang dua hari pada 7 juni 2019, kembali terjadi lakalantas yang melibatkan truk TNI dan sepeda motor yamaha jupiter MX terjadi di kecamatan tobelo tengah desa Wosia, kejadian ini mengakibatkan pengendara motor dan penumpang yang merupakan Pasutri atas nama Steven Yongki (33) dan Serli Dipipi (31) tewas di tempat karena berusaha melambung kendaraan lain dengan kecepatan tinggi dan menabrak Bemper truk Dinas TNI.

Sementara itu dua peristiwa lainnya terjadi di kecamatan Tobelo, dimana salah satu anggota Polri remaja atas nama Albertiong Pattiasina (19) mengalami tabrakan hebat dengan Jendrinx Nyingahari (21), beruntung tidak ada korban jiwa dalam insiden yang terjadi pada tanggal 8 Juni 2019 ini.

“Kedua pengendara selamat, namun Anggota Polri remaja saat ini tengah di rujuk ke RS Siloam Manado untuk mendapatkan penanganan medis untuk penyembuhannya,”Jelas Kompol Jonathan Metariang.

Keesokan harinya lanjut Kompol Jonathan Metariang, pada 9 Juni 2019 kembali terjadi tabrakan di desa MKCM kecamatan Tobelo, yang mengakibatkan meninggalnya anak di bawah umur atas nama Fernando Gahiu (15). Sehingga total korban meninggal dunia selama operasi ketupat berjumlah 5 orang.

Dari peristiwa ini, di simpulkannya bahwa jumlah lakalantas di wilayah hukum polres Halut terbilang cukup tinggi, sehingga pihaknya bakal melakukan tindakan yang bisa mencegah tingginya angka kecelakaan.

“Kami akan buat tiga langkah prioritas, diantaranya memasang rambu lalulintas di titik rawan kecelakaan, Melakukan razia kendaraan, dan membuat edaran ke rumah ibadah baik gereja dan mesjid untuk menghimbau masyarakat agar lebih berhati-hati dalam berkendara,”tutupnya. (AL)

Bagikan

Komentar

News Feed