TERNATE- BMKG Stasiun Meteorologi Kelas I Sultan Babulah Ternate telah mengeluarkan peringatan dini terkait dengan cuaca yang saat ini. Masyarakat diminta untuk menjauh dari tubuh air (misal sungai, pantai, danau, embung dan waduk) dan dari lereng rawan longsor.
Dalam laman resminya menyebutkan, masyarakat diminta untuk tidak panic akan tetapi waspada bila adanya hujan deras. Selain itu guna mencegah terjadinya banjir rob semakin memburuk pada waktu berikutnya, disarankan untuk menghindari wilayah pesisir dan daerah timbunan.
Kendati, BMKG mengalisa cuaca sementara, berdasarkan pantauan angin dilapisan 3000 feet, terdapat angin konvergen di wilayah Maluku Utara, di akibatkan adanya tarikan angin Siklon Tropis “NYATOH” terbentuk di bagian utara semakin menjauhi wilayah Filipina.
Kondisi tersebut diiringi dengan tingginya anomali suhu muka laut sebesar 1-3 °C di Wilayah Perairan Maluku Utara. Selain itu, nilai kelembapan udara (RH) di wilayah Maluku Utara pada lapisan 850mb, 700mb dan 500mb berkisar antara 70-100% serta nilai SOI yang cukup signifikan (+12.2) juga mempengaruhi pembentukan awan hujan di wilayah Indonesia Timur cukup signifikan.
Tak hanya masyarakat di pesisir Ternate akan tetapi masyarakat pesisir pantai yang berada di kota Tidore dan Batang Dua. Sebab sebelumnya daerah tersebut juga terjadi air rob serta gelombang, dan mengakibatkan kerusakan rumah dan fasilitas lainnya.
Untuk itu BMKG berharap Pemda terutama BPBD dapat meneruskan peringatan cuaca yang dikeluarkan BMKG kepada masyarakat dan sejumlah stakholder, dan kepada petugas di lapangan yang sedang bertugas untuk meningkatkan kewaspadaan dan dalam tindakan penanganan kejadian. (red)






Komentar