MALUTSATU,SANANA-Rencana aksi mogok pelayanan kesehatan di Rumah Sakit Umum Sanana (RSUD) oleh sejumlah dokter akhirnya batal digelar. Ini setelah ada kesepakatan Pemda Kepulauan Sula melalui Dinas Kesehatan bersama seluruh dokter di Sula untuk menyelesakan insentif dokter yang terlambat dibayar.
Sebelumnya, beredar pernyataan sikap dokter di via group whatsapp. Mereka mengatas namakana Solidaritas Dokter Sula yang hendak gelar aksi mogok pelayanan kesehatan di RSUD. Rencana mogok pelayanan itu terjadwal pada tanggal 4 hingga tanggal 8 Juli 2025.
Merespon hal tersebut, pada dokter diundang ke Isnatah Daerah Kepulauan Sula guna membahas masalah tersebut Jumat, (4/07/25) malam.
Dikonfirmasi MalutSatu, Kepala Dinas Kesehatan Sula, Suryati Abdullah menyampaikan, hasil pertemuan itu disepakati jika keterlambatan pembayaran insentif dokter akan disesuaikan.
“Hasil pertemuan, dokter tetap melaksanakan kewajiban memberikan pelayanan terbaik kepada masyarakat. Pemerintah daerah berkomitmen segera menyelesaikan hak-hak dokter,” katanya.
Menurut Suryati, sebab keterlambatan pembayaran insentif dokter selama tiga bulan itu lantaran ganguan Sistem Informasi Pemerintah Daerah (SIPD).
“Sistem SIPD yang terganggu shingga proses keuangan juga terhambat. Keterlambatan pembayaran pada bulan Maret, April dan Mei 2025. Dan itu kita sudah bahas tuntas bersama para okter semalam. Dan kami komitmen akan menyelesaikannya,”jelasnya.
Karena itu, Suryati memastikan masyarakat tetap menerima pelayanan kesehatan di RSUD Sanana dan seluruh puskesmas di Kepulauan Sula secara baik.
“Semuanya berjalan normal. Masayarakat tetap menerima pelayanan kesehatan baik d Puskesmas maupun di rumah sakit,”pungkasnya. (gun).








Komentar