MALUTSATU,TERNATE-Beras program Stabilisasi Pasokan dan Harga Pangan (SPHP) Bulog kini sudha banyak tersalur di kalangan masyarakat di Kota Ternate, Maluku Utara.
Hanya saja kualitas SPHP yang disalurkan Bulog kualitas buruk warna beras sudah abu-abu.
Beberapa warga ditemui mengaku, was-was dengan kualitas beras SPHP produk pemerintah yang diproduksi oleh Perum Bulog yang kini berada di tangan mereka.
“Beras yang kami beli, setelah digunakan berasnya warna abu-abu bahkan sampai mau menghitam, hasilnya beras yang dimasak warnanya tidak baik,”ungkap warga yang di temui sambil memperlihatkan nasi yang telah masak.
Beras yang disalurkan ke masyarakat dimana harga beras SPHP sebesar Rp 65.000 per kemasan 5 kilogram atau Rp 12.500 per kilogram.
Saat ini stok beras SPHP sekitar 1.200 ton beras yang tersimpan Gudang Perum Bulog Tabahawa, Ternate, Maluku Utara sejak Mei 2024.
Sebagaimana diketahui Ketua Komisi IV DPR RI, Siti Hediati Hariyadi atau Titiek Soeharto, melakukan inspeksi mendadak (sidak) ke Gudang Perum Bulog Ternate.
Dalam peninjauan pada Selasa (23/9/2025), Tim Komisi IV menemukan sekitar 1.200 ton beras yang tersimpan sejak Mei 2024. Sebagian beras impor masih terjaga kualitasnya, tetapi beras lokal terlihat berubah warna menjadi abu-abu dan dinilai sudah menurun mutunya.
Beras SPHP merupakan produk pemerintah yang diproduksi oleh Perum Bulog. Beras SPHP berasal dari penyerapan yang dilakukan pemerintah melalui Perum Bulog dari petani.
Bulog menyalurkan beras SPHP yang sudah selesai dikemas melalui sejumlah saluran seperti pengecer di pasar-pasar tradisional, Koperasi Desa Merah Putih, melalui lembaga pemerintah seperti Kementerian hingga TNI-Polri, outlet binaan BUMN dan Bulog, hingga retail modern. (red)







Komentar