MALUTSATU,SANANA-Peringatan hari Isra Mi’raj 27 Rajab 1447 Hijriah, 16 Januari 2026 di Desa Kabau Pantai Kecamatan Sulabesi Barat berbeda dengan sebelumnya. Kali ini, peringatan Isra Mi’raj dirangkaikan dengan penyelengaraan adat.
Jika sebelumnya, para perangkat adat tidak duduk di posisi strategis dalam barisan penyelenggaraan pembacaan riwayat Isra Miraj, kali ini kehormatan itu tersedia. Ini setelah perangkat resmi dibentuk belum lama ini.
Para perangkat adat di malam peringatan Isra Mi’raj ini mereka juga selenggarakan adat “Baka Meka Pia Matua” (Beri makan para Lelurur) di Telaga Kabau.
Sesajian pun disiapkan perangkat adat. Sesajian diantar dari rumah adat ke Masjid oleh perangkat adat dari 7 Soa alis marga yakni Soa Sanela, Kedafota, Lidamoda, Pahli, Bilmona, Umarama dan Naipon.
Satu kehormatan bagi perangkat adat, ketika Soa Lidamona dengan jabatannya sebagai “Huk” diberi kesempatan duduk di depan untuk membakar kimenyian.
Kepala Desa Kabau Pantai Murid Umamit menyampaikan, keterlibatan perangkat adat secara penuh dalam peringatan Isra Mi’raj baru pertama dilaksanakan.
“Iya, baru pertama di laksanakan. Dimana adat pemberian sesajian oleh perangkat ke leluhur di Telaga bersamaan dengan peringatan Isra Mi’raj,”katanya usai penyerahan sesaji di telaga, Jumat malam (16/01/25).
Menurutnya, kolaborasi antar Adat memberi sesaji dengan peringatan Isra Mi’raj memberi manfaat baik secara sosial-budaya dan agama.
“Disatu sisi, pelestarian adat terjaga, sisi yang lain asba bunn zul tentang Isra Mi’raj dan serah Islam makin kita pahami,” tuturnya.
Sementara Safril Bilmona yang juga sebagai Sangaj menyampaikan apresiasi kepada semua pihak yang telah mendukung penyelenggaraan adat perdana ini.
“Terimakasih banyak kepada kepala desa dan aparatnya, BPD, hakim sara dan tokoh masyarat yang sudah percaya dan mendukung kami dalam pengembankan tugas dan tanggungjawab dalam penyelenggaraan adat ini,” ujarnya.
Safril berharap penyelenggaraan adat ini maupun adat lainnya tetap berlangsung agar adat kampung dapat dilestarikan.
“Pelestarian adat bagian penting dari pranata sosial. Kita binahi secara berlahan. Insya Allah dengan dukungan dari semua pihak, pelaksanaan adat berikutnya kami tetap selenggarakan, “pungkasnya. (gun).









Komentar